Film Menari Jadi Inspirasi Para Deklarator Hari Perdamaian Nusantara

POJOKSINEMA – Film Menari: An Indonesian Dance Legacy yang diproduseri oleh rumah produksi HQ Creative dari AS meriahkan Deklarasi Hari Perdamaian Nusantara yang diadakan pada 3 September lalu di Cinema Amikom University, Yogyakarta.

 

Film yang disutradarai oleh sutradara senior asal Amerika Serikat, Cheryl Halpern dan sutradara muda asal Indonesia, Natasha Dematra ini untuk pertama kalinya diputar di Yogyakarta.

 

Sebelumnya, film ini telah melakukan World Premiere di Planet Hollywood, Jakarta. Film yang mengangkat tarian budaya Indonesia ini sedang menjelajahi berbagai festival film internasional di manca negara.

 

Film ini sendiri melakukan syuting di empat kota di Indonesia, Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Bali. Film ini membawa misi untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dan perdamaian di Nusantara.

 

Dalam acara ini dilakukan deklarasi Hari Perdamaian Nusantara yang dipelopori oleh Kanjeng Pangeran Dr. Damien Dematra MIB, FMPA selaku founder dan director dari International Festivals Group for Peace, Culture and Humanity bersama Kanjeng Pangeran Haryo SP J. Wiroyudho selaku ketua umum Masyrakat Adat Nusantara (MATRA). Dalam deklarasi ini telah ditetapkan bahwa tanggal 3 September adalah Hari Perdamaian Nusantara dengan misi untuk menyebarkan misi perdamaian di Nusantara. Deklarasi ini diharapkan dapat menjadi awal dari sebuah misi untuk menyebarkan perdamaian khususnya di kawasan Nusantara. Hari Perdamaian Nusantara akan mulai dirayakan tahun depan dan seterusnya.

 

Pembacaan ikrar deklarasi dibawakan langsung oleh KPH Wiroyudho dan ditutup dengan yel yel perdamaian dibawah komando KP Damien Dematra oleh sekitar 500 orang dari berbagai elemen masyarakat dan dihadiri langsung oleh Raja dan Sultan nusantara.

 

Menurut KP Damien Dematra, sudah saatnya kebudayaan difokuskan kepada perdamaian dan kemanusiaan. Kebudayaan bukanlah sederet kegiatan seni pertunjukan saja tapi harus bertujuan untuk memanusiakan manusia. Inilah salah satu alasan utama lahirnya Hari Perdamaian Nusantara. Mengenai alasan dipilihnya tanggal 3 September sebagai Hari Perdamaian Nusantara, sutradara dan aktivis berambut panjang ini beralasan karena berdekatan dengan World Peace Day versi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuan strategisnya agar Perayaan Hari Perdamaian Nusantara dan Hari Perdamaian Dunia dapat dilakukan secara bersinergi.

 

Acara ini juga didukung penuh oleh Majelis Adat Nusantara (MATRA), Universitas AMIKOM, Film Festivals Alliance, Yogyakarta International Film Festival, World Film Council dan Visions of Peace Awards.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *