Lorong : Teka-teki Pembunuhan Bayi

POJOKSINEMA – Hubungan ibu dan anak tentu sangat dekat.

Anak yang baru saja dilahirkan ibu betapapun banyak mengatakan kalau anaknya meninggal, tapi ibu yang melahirkan tahu pasti bahwa anaknya masih hidup.

Meski suaminya juga mengatakan sudah meninggal, tapi ibu itu punya keyakinan kuat bahwa anaknya masih benar-benar masih hidup.

Demikian yang mengemuka dari film Lorong yang menguak teka-teki pembunuhan bayi,

Kisahnya tentang Mayang (Prisia Nasution) yang mendapatkan kabar bahwa anak yang baru saja ia lahirkan tidak selamat. D

rasa sedih, sang suami, Reza (Winky Wiryawan) pun meyakinkan istrinya bahwa anaknya telah meninggal.

Hal itu membuat Mayang merasa tidak percaya.

Ia berusaha meyakinkan suami dan dokter Vera (Nova Eliza) bahwa ketika proses persalinan, ia mendengar suara tangis anaknya.

Dia lantas menghubungi pihak kepolisian untuk mencari titik terang kasus janggal ini.

Usaha Mayang menemui jalan buntu setelah pihak rumah sakit berhasil memberikan bukti berupa dokumen kematian bayinya, lengkap dengan beberapa foto kejadian.

Insting Mayang sebagai seorang ibu kemudian menuntun dirinya untuk menemukan si bayi. Hal ini membuat semua orang di rumah sakit yakin bahwa Mayang depresi dan mulai berhalusinasi, termasuk oleh suaminya sendiri.

Perjuangan Mayang juga dihantui oleh roh penasaran yang mengikutinya kemana pun ia pergi, sehingga menimbulkan ketakutan pada dirinya yang sudah dianggap gila itu.

Film arahan sutradara Hestu Saputra tersebut menegangkan dari awal hingga akhir film.

Adegan-adegan mampu membuat teki-teki pembunuhan bayi begitu ketat diselimuti misteri.

Menyaksikan film ini, kita diaduk emosi dengan ketegangan yang tersusun rapi dari awal hingga akhir film ini.

Hestu dalam pernyataannya di Gala Premiere film terbarunya itu mengatakan bahwa tujuan dari “Lorong” adalah untuk mencampuradukkan psikologi penonton karena memiliki misteri di setiap potongan adegannya.

Film ini meskipun diklaim sebagai film suspense/thriller, rupanya memiliki sentuhan drama yang cukup kuat, mengingat sutradara Hestu Saputra dikenal dengan karya film ber-genre drama.

Akting Prisia Nasution memang matang dan menunjukkan permainan terbaiknya. Ia mampu memainkan emosi penonton dengan baik. Adapun, Winky Wiryawan tampak kerepotan beradu akting dengan Prisia.

Winky memang jarang berakting dalam film.

Kehadiran Nova Eliza sebagai dokter cukup menyakinkan. Aktingnya memperkuat film ini.

Tak hanya itu, kehadiran Teuku Rifnu Wikana sebagai tokoh Darmo yang karakternya tidak banyak bicara ini rupanya mengundang tawa dan menambah kesegaran di dalam film yang didominasi dengan tone warna gelap itu.

Perjuangan Mayang menelusuri misteri di balik lorong-lorong rumah sakit ini dapat disaksikan di bioskop mulai 12 September 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *