Malasana 32 : horor mengerikan sebuah flat tua di Madrid

Malasana 32 : horor mengerikan sebuah flat tua di Madrid

POJOKSINEMAApa jadinya ketika anda sekeluarga menempati flat baru yang dibeli dengan harga murah namun mengerikan untuk di tempati? Ini terjadi ada dalam film horor Malasana 32, yang sepertinya wajib anda simak ceritanya, diolah dengan cukup menarik dan cerdas oleh sutradara Albert Pinto.

Film Malasana 32 pabrikan spanyol yang di produksi Atresmedia Cine dengan distribusi Warner Bros. punya varian ketegangan nan mencekam sepanjang durasi.

Elemen gambar dengan banyak bermain pada ruang siluet dan gelap ini sarat memproduksi sinematografi yang nyaman di tonton.

Akting para bintangnyapun terasa bagai para sktor tetaer yang jempolan.

Aktris muda Begona Vargas harus saya akui kualitas akting jempolannya dengan memerankan karakter, Amparo putri dari pasangan Manolo ( Ivan Marcos ) dan Candela ( Bea Segura ).

Patut saya puji, paras cantik Begona Vargas mampu membius mata sepanjang film.

Bahkan saat ia ketakutan pun ditengah teror mencekam, tetap bertahan pada performanya.

Begona Vargas mampu membius mata sepanjang film
Dari menit pertama Malasana 32 telah memberikan sinyal bahwa genre horor ini tak ingin membuat anda sia sia menontonnya.

Ada juga pelakon cilik Ivan Renedo ( berperan sebagai Rafael, adik dari Amparo) yang tampil datar tapi tetap terjaga.

Disini saya harus akui kehebatan Albert Pinto memoles karakter dan meleluasakan kualitas peran para bintangnya, hingga semua yang terlibat dalam Malasana 32 tampak hidup dengan perannya masing-masing.

Soal scoring, jangan ditanya!

Dari menit pertama Malasana 32 telah memberikan sinyal bahwa genre horor ini tak ingin membuat anda sia sia menontonnya.

Pada dramaturgi, Malasana 32 memang belum bisa berbuat lebih untuk meletupkan emosi, namun paling tidak atmosfir darama dan horor yang di kawinkan oleh penulis naskah RamonĀ  Campos dan Gema R. Neira cukup meikat dengan konflik-konflik dan teror yang dibangunnya.

Mungkin, film Malasana 32 sebenarnya bisa berdurasi pangjang hingga 120 menit, bila letupan jump-scare di umbar.

Hanya persoalannya Alberto tak ingin Malasana 32 menjadi hambar dengan durasi nan panjang, cukup di 104 menit, film ini telah menemukan ‘taste’ nya.

Film Malasana 32 tak akan menyuguhkan treament jump-scare seperti kebanyakan di genre horor.

Cerita Malasana 32 mengayun dengan sendirinya, penonton juga diajak berkompromi dengan keragaman problem yang disampaikan tanpa bertele-tele.

Saya tidak akan mengungkapkan sosok sosok mengerikan dan menakutkan dalam film ini, yang pasti jika sempat tayang di bioskop Indonesia, pasti Malasana 32 akan di gemari banyak penonton. (Q2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *