Foto adegan shooting Wanalathi ( foto : dokumen pribadi/pojoksinema.com )

Menanti penayangan ‘hutan hantu’ Wanalathi usai post-production

POJOKSINEMA –  Apa jadinya bila anda bertualang dalam pencarian bunga Teratai Biru di tengah hutan belantara, lalu tiba-tiba teror menakutkan memburu anda? Pasti anda akan mempertaruhkan nyawa anda bukan?

Rentetan peristiwa nahas-pun menimpa beberapa remaja yang sedang melakukan pencarian bunga Teratai Biru di sebuah hutan belantara yang sebenarnya terlarang untuk di masuki.

Mereka pun tak pernah mengetahui sebelumnya jika hutan tersebut punya kekuatan supranatural yang dahsyat.

Kisah ini terjadi dalam film drama-horor Wanalathi yang segera di tayangkan di bisokop.

Akhir tahun 2019 lalu film Wanalathi menuntaskan masa baktinya di dapur editing, artinya film ini telah dalam kemasan untuk siap di edarkan oleh bioskop nasional.

Film yang menggunakan set pengambilan gambar di hutan ini, cukup menarik dengan ide ceritanya yang agak langka.

Wanalathi mengambil lokasi pengambilan gambarnya di Gorontalo, Bogor dan Depok, praktis film ini bukan berbiaya murah.

Setidaknya keberanian menagkap lanskap kearifan lokal juga menjadi warna yang layak di jual.

Tapi, saya (penulis) tidak akan mengupas tuntas misteri apa saja dalam Wanalathi, karena saya memang tidak pernah membiasakan diri memberi bocoran cerita.

Tapi ada satu yang perlu saya bocorkan ( sekali lagi bukan cerita film nya) yakni kata Wanalathi.

Produser Benny Rumbei menagatakan kata wanalathi diambil dari dua kata yang berbeda asal muasal.

” Kata Wana itu kan dari bahasa jawa artinya hutan, sedangkan Lathi dari bahasa daerah Gorontalo yang artinya hantu. Nah saya pikir cukup menarik untuk menggabungkan dua kata ini dalam judul film saya. Maka jadilah Wanalathi : Hutan Hantu,” paparnya.

Film Wanalathi yang di produseri Benny Rumambie ini, di bintangi sederet bintang muda seperti ;  Jho Rizki, Ira Ilva Sari, Rifa Ivonya, serta bintang bule Hans de Kraker dan artis Roweina Umboh.

Sentra cerita berkutat dengan petualangan tujuh anak muda Akbar, Rara, Hanna, Gery, Ical, Nina, Jesica yang memutuskan untuk menelusuri misteri bunga Tetarai Biru di dalam hutan.

Dalam penelusurannya Akbar, Rara, Hanna, Gery, Ical, Nina, Jessica rentetan peristiwa yang diawali dengan pertemuannya dengan sindikat penambang liar pimpinan Marco.

Teror mengerikan secara perlahan menghampiri ke tujuh anak muda tersebut, saat mereka menemukan danau.

Tiga orang dari tujuh diantara mereka, yakni ; Ical, Nina dan Jessica, lenyap begitu saja.

Peristiwa misterius menakutkan ini, juga membuat perpecahan di antara mereka.

Akbar dan rara memilih untuk mencari ketiga rekannya yang lenyap secara misterius.

Sementara, Hanna dan Gery memilih untuk keluar dari hutan angker tersebut.

Lalu bagaimana nasib tiga rekan mereka yang hilang begitu saja?

Bagaimana film Wanalathi mampu memberikan atmosfir horor dengan teror-teror menegangkannya?

Seperti apa akhir nasib Akbar, Rara, Hanna dan Gery?

Dan bagaimana kelanjutan misi mereka dengan pencarian bunga Teratai Biru tersebut?

Tentu jawabannya ada dalam film Wanalathi.

Menonton Wanalathi perlu kiranya anda mengingat kembali cerita dan teror-teror mengerikan seperti dalam film  The Blair Witch Project (1999), The Witch (2015), atau The Forest ( 2016 ), sementara Wanalathi menginstal local wisdom untuk mengumbar teror. (Q2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *