Menggali Mitos di Jakarta Horror Screen Festival

Menggali Mitos di Jakarta Horror Screen Festival

POJOKSINEMATalkshow pada perhelatan Jakarta Horror Screen Festival, yang memasuki episode ke 5 pada Kamis ( 2 Juli ) malam Ju’mat lalu, di kedai kopi Lali Bojo, kembali mengusung tema menarik ‘Menggali Mitos’.

Acara yang di gagas oleh KUMPULAN JURNALIS SINEMA INDONESIA, ini kembali menampilkan tetamu istimewa yang menjadi narasumber; Muhammad Bagiono ( produser/spiritualis), Alda Augustine, Jelita Callebaut serta Monique Sekar.

Nama teralhir yang disebut adalah pendatang baru di industri showbizz.

Talkshow ringan ini mengupas sedikit banyak tentang mitos lewat tema ‘Menggali Mitos’.

Mitos masih menjadi budaya dan tradisi temurun bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia.

Perlu kita mahfum, karena negeri ini hadir dari keragaman budaya dan agama serta kepercayaan, yang hingga kini menjadi warisan leluhur.

Perlu atau tidaknya untuk mendaulat mitos sebagai identitas/karakter sebuah negeri, masyarakat Indonesia masih memiliki minat besar akan sesuatu hal yang temurun menjadi cerita tanpa akar budaya yang pasti berbalut keburaman fakta secara regenerasi.

“Mitos itu bagi saya hanya sebuah cerita temurun yang di kemas-kemas menarik sedemikian rupa dengan kekuatan aturan-aturanya, agar orang itu patuh. Seperti cerita-cerita mitos tentang misteri, horor bahkan juga soal sopan santun, ada nih contoh ‘kalau maghrib jangan keluyuran, banyak setan berkeliaran’..” papar Bagiono.

” Faktanya, setan itu berkelairan gak kenal waktu. Kenapa kita saat kecil sering di beritahu jangan keliaran saat maghrib, yah karena hari sudah mulai gelap, penglihatan berkurang kalau gelap kan? ada lagi jangan duduk depan pintu katanya ‘pamali’, alias gak baik lah. faktanya pintu itu tempat orang lewat keluar masuk, jadi kalau kita duduk depan pintu yah orang mau masuk jadi terhalang,” lanjut Bagiono.

Akan tetapi Mitos dalam ruang misteri dan horor , Bagiono punya tampilan berbeda.

Menurutnya masih banyak masyarakat kita yang percaya dengan dongeng-dongeng misteri dan horor, yang sangat diyakininya punya pengaruh bersar terhadap kehidupan mereka yang meyakininya.

Mungkin, menurutnya mitos juga terformulasi dengan dongeng-dongen pengantar tidur.

mitos hanyalah warisan sejarah zaman nenek moyang saja
Alda Augustine ‘mitos hanyalah warisan sejarah zaman nenek moyang saja’ ( foto : kicky herlambang )

Artis Alda Augustine mengatakan bahwa mitos hanyalah warisan sejarah zaman nenek moyang saja, ‘ hari gini masih ajah percaya mitos, kapan majunya kita..”

Demikian dengan Jelita Callebaut, ia pun tak mau ambil pusing dengan apa itu yang disebut mitos.

Baginya mitos hanya warisan yang temurun menjadi tradisi sebagian masyarakat.

” Bangsa ini meninggalkan banyak warisan tentang cerita-cerita mitos, makanya sekarang ini juga banyak film horor Indonesia yang mengadaptasi mitos kita. Di kemas menjadi film horor misteri dengan treatment jumpscare, ” jelasnya.

mitos hanyalah warisan sejarah zaman nenek moyang saja
Jelita Callebaut ( foto : kicky herlambang )

“Lalu di tampilkan sosok sosok makhluk mengerikan dan menakutkan, lalu berjubel deh yang nonton..”

” Tapi kalu soal setan atau hantu yah..  aku percaya mereka ada di sekeliling kita. Tapi jujur aku paling penakut dengan namanya hantu atau setan. tidur ajah masih di temanin,”

“gak berani sendiri, ” akunya

Sementara model dan pesinetron Monique Sekar berpendapat bahwa mitos saat ini masih menjadi barang mewah bagi kebanyakan orang di tanah air.

Monique Sekar ( foto : kicky herlambang )

” Berangkat dari keragaman budaya yang bangsa ini punya sih sebenarnya. Setiap daerah pasti punya legendanya sendiri yang menjadi tradisi sebagai sesuatu kisah yang menjadi pedoman untuk diyakini, meski absurd, ” pungkas Monique menutup sessi talkshow episode 5 jakarta Horror Screen Festival. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *