Poppyasya Azzahra: Akting Itu Bagian dari Kehidupan

POJOKSINEMA.COM – Dunia seni peran memang dinamis dan selalu melahirkan talenta baru berbakat yang terus tumbuh. Satu di antarannya, Poppyasya Azzahra, pendatang baru yang aktingnya mencuri perhatian penonton di film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi.

 

Dalam film produksi Himaya Pictures dan J-DeR Syndicate dengan arahan sutradara John De Rantau, Poppy berakting gemilang dengan perannya sebagai Rindu, yang karakternya sangat berbeda jauh dengan dirinya. Kemampuan aktingnya memang sudah terasah dengan aktif di Sanggar Ananda, dimana ia mengaku belajar dan kemudian dipercaya untuk mengajar.

 

“Saya tidak menyangka dapat peran dalam film ini, “ kata Poppyasya Azzahra kepada Pojoksinema.com, saat ditemui dalam acara press screening di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat malam (12/7/2019).

 

Dara manis kelahiran Jakarta, 1 Oktober 2001 itu membeberkan, kategori film ini 17 tahun keatas. “Saat syuting film ini pada tahun lalu saya masih 16 tahun, jadi dengan konsekwensi yang ada perlu pemikiran matang-matang untuk memerankannya,“ bebernya.

 

Menurut Poppy, karakater Rindu yang diperankannya adalah karakter yang paling muda dalam film ini. “Cerutanya Rindu nikah muda dan saking cinta pada suaminya yang diperankan Jecko Siompo jadi melakukan apa saja, termasuk menari, “ ungtkapnya.

 

Bagi Poppym film ini unik, dan para pemainnya bagus-bagus. “Saya sangat senang bisa main dalam film ini bersama mereka, “ ucapnya bangga.

 

Poppy mengaku dirinya sensitif sehingga dalam memerankan harus penuh pendalaman. “agar pendalaman karakternya dapat memerankan Rindu yang belum banyak pengalaman dalam hidup berumahtangga sehingga berusaha untuk mendapatkan kasih sayang pada suaminya, Rindu sangat baperan, “ urainya.

 

Tantangan dalam membintangi film ini, kata Poppy, adalah harus menari bersama Jecko Siompo dan Elvira Devinamira. “Dalam film ini saya harus menari untuk menunjukkan rasa cintanya pada suami, dan ternyata menari asyik juga seperti akting, “ ujarnya.

 

Obsesi Poppy ingin dapat peran sebagai seorang psikopat. “Sebenarnya peran apa saja, saya terima karena setiap peran punya karakter masing-masing, yang penting karakternya beda dengan karakter yang saya perankan sebelumnya, agar kemampuan akting saya bisa terus berkembang,“ tegasnya.

 

Aktif enam tahun di Sanggar Ananda yang dipimpian Aditya Gumay, Poppy mengaku belajar dan kemudian dipercaya untuk mengajar.  “Akting itu bagian dari kehidupan, karena tanpa kita sadari sehari-hari kita akting juga, bahwasannya akting bagian dari kehidupan saya,“ pungkas Poppy sumringah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *