Rentetan jump scare Siccin 6

POJOKSINEMA – horor Siccin 6 -pabrikan Turki- yang penayangannya di bioskop nasional di edarkan RFA Film International ini, memang sarat adegan mencekam (sekedar catatan ada beberapa adegan yang cukup ngilu membuat mata anda terpejam ) sebagai film bergenre horor dengan balutan misteri dan sedikit thriller.

Layaknya film horor, meski punya taste horror sendiri dengan mengaduk treatmen drama dan jump scare, Siccin 6 punya panorama lain seperti halnya bagaimana sutradara Alper Mestci meramu dramaturginya dengan cukup baik.

Film Siccin 6 pada akhirnya ter-eksekusi tanpa mubazir, instalasi terakhir dari 5 film sebelumnya ini cukup punya kekuatan untuk menamatkannya.

Namun demikian beberapa scene (tanpa harus saya spiler di bagian mana) tampak dragging.

Alper seperti terlalu asik untuk beberapa kali mengulang treatmen dalam adegan mimpi (jika bisa disebut penanganan alur flashback yang terlalu padat) pada beberapa scene, yang sebenarnya tak perlu berlarut untuk hanya mempertegas bahwa drama film ini masih tetap mengalir dengan rasa horornya.

Perlu sedikit kemahfuman untuk tidak menjadi kesal menontonnya, karena film ini tanpa lelah mengumbar efek jump scare.

Namun, beruntunglah, saya (penulis) mendapatkan efek sound jump scare dan scorring yang cukup nyaman untuk dinikmati.

Bahkan penggarapan sinematografi Siccin 6 termasuk hebat untuk sekelas film horor.

Alhasil sekitar durasi 90 menitan , nonton Siccin 6 cukup mampu membentuk atmosfir relaksasi bagi saya.

Premis cerita pun cukup ringan tersampaikan, berkutat pada persoalan antara kekuatan keyakinan manusia yang menghamba kepada TuhanNYA.

Tempelan psikologis dan humanis juga mampu di sematkan tidak hambar, bahkan beberapa dialog yang sarat pesan-pun cukup memberikan ruang bagi saya untuk betul-betul menyimak film ini sebagai karya seni yang berkekuatan maksimal untuk menyapa logika.

Tanpa bermaksud saya ‘menawar’ pada rasa horornya, andai saja Siccin 6 tak -juga- terlalu banyak menaburkan visual setan atau hantu atau iblis (katakanlah), mungkin atmosfir horor pada treatmen akan lebih terasa ketibang mengkawinkan sosok sosok menyeramkan dengan efek kejut.

Ending yang di bungkus cukup simple, artinya Siccin 6 memang tidak ingin terperangkap dengan dragging tak bermutu.

Seperti kebanyakan film horor yang sering kedapatan kesulitan menemukan performa ‘last minute’ -nya, kenapa demikian, karena mungkin film tersebut sudah kelelahan mengumbar ‘ending ketebaknya’ pada massa 20 menit terakhir.

Hingga kesulitan untuk membungkus lima hingga 10 menit terakhir untuk menamatkan cerita.

Efek CGI yang di balutkan juga sangat halus, bahkan penampilan sosok sok iblis yang meminjam jasad manusia juga tidak norak.

Setidaknya secara visual Siccin 6 sebagai film – yang sukses mengkawinkan atmosfir horor Hollywood dan Thailand – cukup berhati-hati untuk menyuguhkan ‘keleluasaannya’.

Film Siccin 6 yang dibintangi ; Merve Ates, Adnan Koc, Dilara Buyukbayraktar, Fatih Murat Teke, Sibel Aytan, Husyein Tas, Gonul Urer, tak ingin membuat penontonnya kecewa hingga butuh penanganan treaten dan DOP yang serius untuk betul-betul menjaga emosional penonton.

Saya juga memberikan catatan penting untuk performa aktris cantik Dilara dan Sibel Aytan yang terjun bebas dengan chemistrinya.

Tak perlu panjang lebar saya ulas kenikmatan Siccin 6, nonton saja di bioskop mulai 9 Oktober.

Ingat pesan Siccin : kau harus mehami sisi gelap untuk melawan makhluk jahat!(Q2)

Artikel ini telah dimuat di guritanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *