Honorary Awards (pojoksinema.com)

Sinematek anugerahkan ‘Honorary Awards’ untuk 11 perusahaan film nasional

POJOKSINEMA – Sinematek Indonesia memberi penghargaan Honorary Awards kepada 11 perusahaan film dengan sejumlah produser di belakangnya, dalam acara Malam Anugerah 25 Tahun Yayasan Pusat Perfilman H Ismar Ismail, di Cinema Hall  Usmar Ismail Jakarta, Selasa (17/12) malam.

 

Kesebelas perusahaan film itu adalah PT Perfini (Usmar Ismail, Irwan Usmar Ismail), PT Parkit Film (Raam Punjabi), PT Rapi Film (Gope T Samtani), MD Film Production (Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi), PT Tati & Sons Film (Andi Azar), PT Prasidi Film (Budiati Abiyoga), Miles Film Production (Mira Lesmana), PT Kharisma Starvision  (Chand Parwez Servia),PT Jatayu Film (Harry Simon), PT Virgo Putra Fim (Ferry Angriawan), PT Layar Cipta Karyamas (Madhu SM Mahtani, Sagar Mahtani, Hatoe Soebroto, Hasook Soebroto).

 

Kepala Sinematek, Akhlis Suryapati, yang malam itu mengemas acara dalam warna-warni gimmick screenshow,  menyampaikan penghargaan diberikan sebagai penghormatan kepada mereka yang mengarsipkan filmnya di Sinematek.

 

“Mengarsipkan film di Sinematek adalah wujud kepedulian film sebagai karya cipta budaya, media ketahanan bangsa dan bela  negara,” kata Akhlis Suryapati.

 

“Kegiatan ini bagian dari Gerakan Pelestarian Kenangan Dunia atau Memory of the World yang disuport Regional Committe for Asia Pasific (Mowcap), di bawah Unesco.”

 

Sebelum Malam Anugerah Honorary Awards sepanjang hari sejak pagi diputar film-film bela negara dari rezim ke rezim:  Fatahillah (Orde Penjajahan), Budak Nafsu (Orde Pendudukan Jepang), Para Perintis Kemerdekaan (Orde Kemerdekaan), Kereta Api Terakhir (Orde Revolusi), Violetta (Orde Lama), Marsinah (Orde Baru), Enak tho Zamanku (Orde Reformasi).

 

Selain pemberian Honorary Awards, dalam acara yang dihadiri antara lain mantan Gubernur DKI Jakarta Soetiyoso, Ketua LSF Achmad Yani, Ketua GPBSI Jonny Syafruddin, Manajer XXI Jimmy Herjanto, sejumlah produser dan insan perfilman, juga dilakukan penandatanganan naskah kerjasama Sinematek dengan Perum  Produksi Film Negara (PFN), masing-masing badan hukum diwakili Akhlis Suryapati dan Irwan Usmar Ismail serta Judhit Dipodiputro dan Elprisdat. Kerjasama ditekankan pada monetisasi film-film yang diarsipkan, melalui program pemasaran di sejumlah negara. (***) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *