All Fun and Games: Seramnya Kota Salem Dan Malapetakanya

all fun and games
Kisah cerita horor memilukan dan mengerikan tentang entitas jahat ( foto : IMDb/pojoksinema.com )

POJOSKINEMAFilm horor All Fun and Games, berhasil menggali potensi kisah seramnya kota Salem,  Massachusetts yang populer dengan sejarah penganiayaan di abad lampau. Memang tidak banyak film horor yang punya keberanian memanfaatkan cerita menyeramkan dari kota ini.

Film All Fun and Games menyajikan tema kasus kerasukan setan yang buruk. Tak banyak yang disajikan sebagai formula segar dalam film debutan garapan Eren Celeboglu dan Ari Costa. Duet sutradara ini dibantu rekan penulis mereka J.J. Braider.

Tapi yang mencuri perhatian adalah penampilan berkesan Benjamin Evan Ainsworth sebagai Jonah, adik laki-laki yang menemukan masalah. Jonah memiliki unsur kekuatan dalam memori buruk antara Salem masa lalu dan masa kini.

Hal ini terjadi saat Jonah menemukan sebilah pisau tulang tua menakutkan. Jonah membawa pulang pisau ‘berdarah’ itu seraya membaca mantra yang mampu membebaskan entitas jahat dari masa lalu.

Hanya saja mantra yang ia bacakan untuk membebaskan entitas itu,  bagi saya (penulis) terlalu biasa saja. Karakter Jonah atau akrabnya disapa Jo sangat baik dan meyakinkan.

Saya dengan penuh harap sepanjang film ia menjadi tokoh sentra yang memboyong alur cerita dengan apapun yang ingin dilakukannya.  Semua kesenangan dan permainan  akhirnya berubah menjadi petaka.

Kenapa saya tidak mendapatkan Jo dengan ‘guiding-nya’ ?

Bisa jadi karena keinginan duet sutradara Celeboglu dan Costa. Mereka tidak ingin film ini seperti terperangkap dalam banyak jenis tema yang senang memanfaatkan bocah kecil sebagai biang keladi datangnya malapetaka.

Bijak Mengesekusi Waktu

Salem yang sedikit penghuni  tetap terjajakan sebagai kota yang penuh riwayat kelam dan mengerikan. All Fun and Games sedikit banyak mengajak penonton bertamasya dengan kengerian berdarah.

Kini, Plot cerita beralih kepada kakaknya Jonah,  yakni Marcus (Asa Butterfield). yang menjadi wadah iblis dan sumber malapetaka. Marcus habis membantai semua rekan saudarinya, Billie (Natalia Dyer).

Marcus yang kerasukan iblis jahat bernama bernama Daniel, membantai teman-teman Biollie dengan carta main petak umpat. Sederhana, apa yang hendak diantarkan All Fun and Games lewat gaya cerita dengan durasi yang tidak panjang.

baca yang ini : Rasa Haru Artis Shinta Yulia Sari Saat Sambangi Warga

Bungkusan latar belakang cerita juga menjadikan film ini masih dalam lingkaran akal sehat. Konsep  film  All Fun and Games tidaklah baru, meski tetap bertenaga menjual ketegangan dan keseruan.

Kisah cerita horor memilukan dan mengerikan tentang entitas jahat dari peristiwa kekejaman di masa lalu sudah banyak di usung. Film ini cukup bijak mengeksekusi waktunya, dibuat dengan baik dalam banyak hal.

Dan tidak kebablasan dengan kinerja ceritanya, alias sadar diri kapan harus menyelesaikan cerita tanpa bertele-tele, seperti kondisi film horor Indonesia saat ini. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *