“American Star” Thriller Menawan, Plot Cerita Yang Kalem

ian mcshane - american star
Sutradara Gonzalo Lopez-Gallego cukup trampil mengemas plot cerita yang kalem

POJOKSINEMA“American Star”, sebuah film thriller menawan yang menampilkan benefit lainnya, dari kisah perjalanan menjadi seorang pembunuh profesional. Babak pertama di dibuka dengan sosok pembunuh bayaran Wilson (Ian McShane) yang tiba di Fuerteventura, salah satu Kepulauan Canary.

Setelah memarkir mobil sewaannya di pinggir jalanan gurun. Wilson mengambil amplop dari bagasi yang berisikan kunci rumah modern dan indah serta foto seorang pria yang bakal jadi target terakhirnya.

Sayangnya saat ia memasuki rumah tersebut, target yang dimaksud tidak ditemukan. Ia diam sejenak di dalam rumah itu, sebelum ia mengintip kehadiran seorang perempuan muda yang melepas lelah di kolam renang sambil memutar musik di dalam rumah itu.

Wilson pun berlalu meninggalkan rumah tersebut. Hingga pada akhirnya ia pergi ke sebuah bar dan menemukan perempuan tadi yang berada di rumah modern tersebut.

Perkenalan menjalin keakraban pun terjadi antara Wilson dan Gloria (Nora Arnezeder), nama perempuan muda itu. Gloria mengajak Wilson untuk melihat kapal pesiar “American Star” karam di bibir pantai.

Dari sinilah situasi batin Wilson mulai diperlihatkan lewat sorot mata dan ekspresi saat mereka melakukan percakapan asik.

Aktor Ian McShane sangat baik memerankan sosok yang multi kompleks, namun sepanjang durasi ia tidak menampakkan sikap emosionalnya. karena naskah film ini memang punya formula lain, bahwa karakter Wilson akan berkembang lewat dialog-dialog santun tapi dalam.

Akan tetapi perjalanan membunuh targetnya menjadi warna lain saat munculnya pembunuh muda (Adam Nagaitis) -putra dari teman Wilson- yang memberikan ‘order’ kepada Wilson.

Saat Wilson mulai akrab dengan Gloria dan ibunya (Fanny Ardant), pembunuh muda itu pun melarang dirinya untuk dekat-dekat. Bahkan ia juga memperlihatkan semua latar belakang Gloria.

Tidak Kencang

Sekali lagi, kegaduhan batin Wilson sangat nyata meski tak ia aktualisasikan lewat tindakan, melainkan raut wajah dan bola matanya. Bahkan ia juga meminta Gloria untuk menjauh dari dirinya dan menyarankan untuk keluar dari Fuerteventura.

“American Star” juga sebuah gambaran lunak karakter Wilson yang hampa dengan kehidupan indah. Di hotel ia hanya berteman dengan Max (Oscar Coleman),  anak kecil yang juga tinggal satu lantai di hotel Wilson menginap.

Max sosok anak yang tulus dan jujur. Ia punya mimpi indah, saat Wilson mengungkapkan dirinya juga pernah jadi penerjun, betapa berhasratnya Max untuk jadi seperti dirinya.

Film ini menggunakan kolektif dengan keragaman tabiat dan karakter orang-orang sekeliling Wilson, yang sebenarnya adalah gambaran dirinya sendiri.

baca : The Tiger’s Nest: Petualangan Seru Balmani Dan Mukti Di Himalaya

Sutradara Gonzalo Lopez-Gallego cukup trampil mengemas plot cerita yang kalem dan penyutradaraan yang elok lewat kerjasamanya dengan penulis cerita Nacho Faerna. Ia tidak ingin menjadikan “American Star” sebagai drama thriller yang brutal dan menegangkan secara umumnya, tapi ia memoles dengan caranya sendiri.

Bagaimana ia menghidupkan Wilson dengan cara yang humanis dan terhindar dari pemikiran  penonton untuk membencinya! (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *