Aftermath : ide cerita menarik, sayangnya kepanjangan durasi

Film drama-horor-misteri Aftermath mungkin akan punya level kepuasan yang saya inginkan,andai saja alur cerita film dibintangi Ashley Greene
Misteri dan teror Aftermath mulai menebar pesonanya sebagai film streaming yang didistribusikan Netflix, namun bukan original Netflix yah.

POJOKSINEMAFilm drama-horor-misteri Aftermath mungkin akan punya level kepuasan yang maksimal, andai saja alur cerita film dibintangi Ashley Greene dan Shawn Ashmore ini tak kepanjangan.

Ide cerita nya cukup menarik – meski saya agak sangsi jika film ini diangkat dari kisah nyata- tentang sebuah rumah mewah yang dihuni oleh pasangan muda Natalie Dadich ┬ádan Kevin Dadich.

Pasangan ini baru saja ingin menyelamatkan pernikahannya akibat perselingkuhan Natalie.

Kevin yang bekerja sebagai petugas pembersih TKP, berniat membeli rumah milik pasangan Jay dan Erin yang tewas mengenaskan, dimana ia pernah membersihkan rumah TKP tersebut.

Pasangan Kevin dan Natalie akhirnya memiliki rumah bekas pembantaian tersebut dengan harga murah setelah Claudia, adik mendiang Jay menjual kepadanya.

Hal misterius dan mencekam pun terjadi secara perlahan, saat Kevin dan Natalie menempati rumah tersebut.

aftermath-pojoksinema
Secara film Aftermath hanya bermasalah pada materi plot cerita misteri yang kepanjangan, selebihnya masih cukup menarik sebagai film

Natalie merasakan teror dari sosok lain yang menurutnya juga menempati rumah tersebut.

Namun demikian Kevin menyangkalnya, bahwa Natalie hanya berhalusinasi saja.

Bahkan Odi, anjing kesayangan mereka juga ikut jadi korban saat keracunan.

Misteri dan teror Aftermath mulai menebar pesonanya sebagai film streaming yang didistribusikan Netflix, namun bukan original Netflix yah.

Kita akan bersabar untuk menelusuri siapa dalang teror di rumah Kevin dan Natalie tersebut?

Masalah kian berdatangan, tidak saja di waktu malam Natalie mendapatkan teror, bahkan di tengah hari pun ia juga mendapatkan itu.

Saat ia sibuk menerima telepon di kamar tidurnya,  sementara anjingnya sedang menggigit bola tenis, lalu Natalie melepaskan bola tenis itu dari gigitannya dan melemparnya masuk ke dalam kolong ranjang.

Menyadari Odi tak bisa mengambil bola tersebut ke kolong ranjang, maka Natalie segera mengambil alat untuk menggapai bola tenis tersebut.

Lalu apa yang terjadi?

Saat kembali ke dalam kamar untuk mengambil bola tenis, justru ia kaget melihat bola itu sudah tergeletak di atas ranjangnya.

Agak keren sih scene yang ini – meski kurang kompromi dengan akal sehat – sebagai cara Aftermath ingin membangun suspense dan thrillernya, tapi sayangnya sutradara Peter Winther, lupa dengan kemahirannya memoles film ini hingga klimaks karena ( sekali lagi) durasi yang terlalu panjang.

baca juga yah yang ini : Jungle Cruise : Hollywood seperti lagi krisis peran bagi para aktornya

Bahkan scene di dalam rumah Natalie, saat Dani ( adik perempuan Natalie ) ada yang menariknya dari belakang masuk kedalam lemari pakaian maka saya (penulis) kian berharap bahwa ending film ini harus betul-betul terbungkus dengan dramaturgi yang kuat.

Namun demikian cerita film ini cukup berjalan tertib dan dialog-dialognya pun realistis.

Secara film Aftermath hanya bermasalah pada materi plot cerita misteri yang kepanjangan, selebihnya masih cukup menarik sebagai film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *