Museum Perfilman Sinematek Indonesia, Ini Kata Artis Pafindo…

Rency Milano, Roby Bo, Firman, Yenni Ermella dan Alda Augustine
Rency Milano, Roby Bo, Firman, Yenni Ermella dan Alda Augustine

POJOKSINEMAArtis Pafindo, Rency Milano, Alda Augustine dan Yenni Ermella berkesempatan hadir dalam acara soft launching Museum Perfilman Sinematek Indonesia (MPSI). Mereka berharap agar tempat edukasi ini tetap eksis dan digemari oleh generasi muda perfilman.
Alda Augustine memaparkan ‘nantinya MPSI harus memberikan detail rentang panjang sejarah perfilman nasional. dari A hingga Z. Dan bagaimana muasal hadirnya film Indonesia. Generasi Gen Z perlu tahu itu, ”

” Gak banyak di generasi masa kini para remaja yang paham betul seperti apa sejarah film Indonesia. Kebanyakan dari mereka hanya menjadi pelanggan bioskop dan internet saja. Mereka tidak banyak yang tahu bahwa betapa perfilman nasional juga punya sejarah jatuh bangun, ” lanjut Alda Augustine

Seperti yang dikatakan Rency Milano, ‘ kita juga akan tahu banyak tentang  penggunaan alat teknologi dari masa masa di perfilman nasional’

” Semisal Lampu, kamera, editing, dan sebagainya, mulai dari merek sampai cara kerjanya. Dan tak kalah penting informasi prosedur memproduksi film.,”

“Karena sangat jauh perbedaannya dahulu, katakanlah di tahun 80 hingga awal tahun 2000an masih menggunakan pita seluloid, sekarang teknologi digital,” jelas rency Milano

Mengajak Generasi Z mencintai sejarah Film Indonesia

Tidak cuma berupa foto, catatan sejarah dan pajangan poster yang menarik. Agar anak anak muda generasi z menggemari datang ke MPSI.

Semua tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit. Di sini diperlukan dukungan dana atau anggaran dari pemerintah.

baca juga : Silent Night: Kerinduan John Woo Dengan “A Better Tomorrow”

“Jadi, pemerintah harus mendukung sepenuhnya baik moril dan materil. lalu dibutuhkan juga kerjasama kita semua untuk serta merta melibatkan secara menyeluruh generasi Z. Mereka adalah potensi untuk bisa menyampaikan kepada generasinya. Dan keperkasaan mereka di sosial media juga sebagai wadah untuk menduniakan museum ini, ” jelas Yenni Ermella.

Pada kesempatan terpisah Ketua Umum Pafindo, Muhammad Bagiono, menyampaikan dukungannya.

” Pafindo sangat mendukung itu, ”

Museum ini juga nantinya akan membuat Bintang Prasasti yang segera dibangun. Bagaimanapun niat elok para insan film beserta kelompoknya organisasi yang eksis adalah ingin memberikan kontribusi terhadap nasib perfilman Indonesia. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *