Aksi Kejahatan “Lift” Yang Masih Biasa Saja

"Lift" - pojoksinema
‘mengalir tanpa kesan’

POJOKSINEMA“Lift” dari Netflix tak lebih dari sekedar genre dengan formula yang sangat umum, plot yang tidaklah baru serta tata visual dan CGi yang juga pasaran. Film aksi ini jauh dari kata agresif seperti halnya “Red Notice”.

Sutradara veteran F. Gary Gray yang juga sebagai eksekutif produser “Lift” telah membuat film aksi yang jauh lebih menawan sebagai hiburan sebelumnya. Sebutlah judul seperti “Set It Off,” “The Italian Job” dan yang bombastis “The Fate of The Furious”.

Layaknya pada banyak film sebelumnya, “Lift” bercerita gerombolan para penipu eklektik yang hendak mengamankan seperti emas. Sebutan eklektik sebenarnya klise dalam banyak film kejahatan aksi.

Semisal gembong penipu memilah siapa yang akan disertakan dan seperti apa resikonya dan tema pencuriannya. Mereka juga kadang sulit berkompromi dengan pihak yang menawarkan kesempatan ‘kaya raya’ itu.

Biasanya kelompok eklektik selalu punya kemampuan lebih  yang agak mustahil bisa diselesaikannya. Premis “Lift” hanya menawarkan irama film kesenangan, apalagi saat tugas para pencuri kakap itu menemui kesulitan besar.

Namun sayangnya, naskah milik Daniel Kunka, terlalu memudahkan untuk para karakter hingga – entah disebut lolos begitu saja karena momentum dan kelihaian. Atau memang kurang dalam tergali alias tidak punya energi yang jempolan.

Trik Editing Yang Halus

 

“Lift” seperti mengajak kita bertamasya bersenang ria dengan video game apalagi efek khususnya gak memberikan rasa takjub yang ‘wah’.  Sangat disayangkan para pencuri berlabel kawakan dengan kemampuan memainkan teknologi tinggi itu hanya mengalir tanpa kesan.

Akhirnya tugas menantang dan mematikan saat harus membobol seperti emas  bernilai setengah juta dolar di dalam pesawat komersial, tampak garing. Jauh dari rasa ketegangan yang saya (penulis) harapkan.

baca juga : Proyek Lady Vien Debut Diri Jadi Produser Film Katanya

Kevin Hart, menjadi pemeran utama dan produser film ini. Lagi lagi Hart gagal memainkan tokoh utama yang nakal dan romantis, alias tidak cocok. Ada aktor Sam Worthington yang berperan sebagai agent Huxley, karena jatah scene-nya juga tidak banyak jadi penampilannya datar saja.

Masih ada sedikit kelebihan berbagi di film ini ketika para pencuri dengan keahliannya tertentu berjalan baik-baik saja. Camila (Úrsula Corberó) adalah pilotnya, Mi-Sun (Yun Jee Kim) seorang peretas handal, Denton (Vincent D’Onofrio) jago penyamaran.

Bonusnya adalah bagaimana film ini gemilang untuk melakukan trik editing yang halus dan taktis. Sembari menghabiskan waktu, “Lift” cukup menghibur dinikmati! (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *