“Role Play” Bukan Thriller Aksi Yang Serius

kaley cuoco
Kaley Cuoco dan Bill Nighy

POJOKSINEMA“Role Play” sebagai gebnre Triller aksi memang masih menyisakan banyak potensi yang belum tergali, meski karya sutradara prancis Thomas Vincent ini lumayan bisa menyenangkan. David Oyelowo, memainkan peran cukup menarik dengan gaya humornya dalam film rilisan Prime Video itu.

Sementara Kaley Cuoco yang memainkan karakter Emma – seorang ibu rumah tangga pinggiran kota – cukup bermanfaat dengan porsinya sebagai pembunuh bayaran yang ingin pensiun. Pasangan kelas menengah ini juga memiliki dua anak, Wyatt (Regan Bryan-Gudgeon) dan Caroline (Lucia Aliu).

Emma dan Dave di tengah rumah tangganya yang harmonis harus ketiban masalah besar saat kencan perayaan perkawinan mereka terganggu oleh kedatangan, Bob (Bill Nighy) yang gaek dan genit.

Emma dengan instingnya, sangat tahu bahwa Bob tidak muncul dengan tiba-tiba. Ada alasan kemunculan Bob di bar hotel tempat Emma dan Dave merencanakan kencan unik itu.

Emma juga menjadi buruan dari korporat kriminal yang ingin melenyapkannya, ada hadiah besar untuk kepalanya. Untuk itulah alasan ia menghabisi Bob di kamar hotelnya tadi.

Berita tentang kematian Bob ada di surt kabar, wajah Emma dan Dave juga terlihat sedang duduk di bar bersama Bob. Sedemikian ketegangan terjadi, Dave masih belum sadar siapa sebenarnya istrinya itu?

Anda akan tahu saat menontonnya!

Bukan Film thriller Aksi Serius

Meski masuk dalam taraf lumayan, “Role Play” masih menyimpan tenaga untuk menghempaskan aroma hiburan lewat aksinya. “Role Play” dengan paket Thriller dan aksinya bisa disebut tidak berlebih dan juga tidak norak.

poster "Role Play"
“Role Play” official poster (IMDb/pojoksinema.com)

Aktor Kaley Cuoco, tidak sekedar menjadi tokoh utama dalam film ini, ia juga bertindak sebagai produser di sini. Cuoco juga melenyapkan kekuatan komedi “Role Play”, agar ia bisa tampil bak cewek jagoan “La Femme Nikita” versi kini, yang meloloskan lawan mainnya tertawa.

baca juga yah : Aksi Kejahatan “Lift” Yang Masih Biasa Saja

Beruntung, “Role Play” ditangani dengan cukup renyah oleh Vincent dan treatment naskah  dari Seth Owen.  Sehingga, saya (penulis) tidak perlu menganggapnya sebagai film thriller aksi yang serius.

Meski begitu, masih ada sedikit kekecewaan saya karena kemajuan plot cerita tidak memberikan kelebihan apapun kecuali dibungkus dengan aksi yang standar saja.

Hanya saja “Role Play” datang pada saat yang baik , desain produksi yang juga menarik. Keseluruhan cerita telah dibungkus oleh Dave lewat humanisnya “Aku mencintaimu dan aku mencintai keluarga kita tetapi membunuh itu sangat buruk. .” (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *