Trunk: Locked In, Klaustrofobia Pikir Kembali Menontonnya!

film trunk: locked in
Trunk: Locked In

POJOKSINEMABagi anda yang memiliki derita klaustrofobia, sebaiknya perlu berhati-hati menonton film thriller mengerikan “Trunk: Locked In”.

Bisa jadi visual film thriller menegangkan penuh twist ini menjadi mimpi terburuk anda.

Thriller “Trunk: Locked In” pabrikan asal Jerman yang menceritakan kisah seorang wanita muda yang terbangun di dalam bagasi mobil, lalu bertahan hidup setelah tahu dirinya dalam penculikan, cukup mengerikan. Ia harus bertahan dengan nyawanya dengan kondisi pusing karena dibius, kakinya terikat.

Eksplorasi plotnya berlanjut terhadap keberadaannya yang mengarah pada pengungkapan twist mengerikan. Malina Voss (Sina Martens) harus berupaya dengan kondisi fisiknya yang berdarah-darah.

Putaran plotnya sangat ‘cantik’ dengan mengikatkan flashing masa lalu dirinya dan saat ini. Ditengah hujan deras dalam perjalanannya, ia berjuang keras meraih harapan hidup dari proyek kematiannya sendiri.

Malina berteman dengan seperangkat alat dalam bagasi, termasuk ponsel yang ia ambil dari kantung yang diraihnya saat bagsi terbuka. Cahaya redup ponsel dalam bagasi memvisualkan film ini betapa sempitnya ruang sesak nafas itu.

Bayangkan jika Malina adalah anda sendiri dalam bagasi sesak dan sempit itu dengan kaki terikat dan luka di sisi perut dengan darah mengucur!

Film “Trunk: Locked In”, menjadi debut fitur  sutradara Marc Schießer yang berhasil mengumbar rasa kejam dan ngeri sepanjang perjalanan. Marc terampil dengan letupan emosi yang ia berdayakan lewat kurva yang tepat. Plotnya terus berkembang merakit dramaturgi hingga klimaks.

Bermodal ponsel miliknya, Malina hanya bisa berkomunikasi dengan ayah dan temannya, menceritakan keberadaan dirinya yang antah berantah. Hingga semua terungkap, bagaimana semua lakon dalam komunikasi ponsel akhirnya membuka tabir gelap yang tersimpan.

Thriller Atmosferik

Meski dengan penuh liku-liku cerita, thriller ini sangat menarik sepanjang 96 menit durasi. Kita akan merasa enjoy dengan perjuangan Malina yang melakukan panggilan telepon tak terhitung ke Polisi.

Dan setiap panggilan telepon, maka nalar cerita semakin mendekati keasliannya. Malina di culik dengan konsep pemerasan yang datang kepada ayahnya.

baca juga : Adi Garin Gaet HIPPI Jakarta Utara Dukung Jakarta Horror Screen Festival 2024

Sebelum akhirnya Malina tahu bahwa ini bukan penculikan biasa.

Bagi saya, ini adalah film thriller atmosferik dengan kekuatan penuh yang memanfaatkan ruang sempitdan sesak bagasi mobil . Sinematografer Daniel Ernst dan Tobias Lohf saya puji karena telah melakukan tugas luar biasa dalam membuat atmosfer ketegangan dan menakutkan.

Meski kacau dengan treatment konfliknya,“Trunk: Locked In” tetap bagus mungkin juga menarik bagi anda yang klaustrofobia! (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *