The Windigo, Legenda Horor Suku Indian Yang Datar Karakter Pemainnya

Ry (Marco Fuller)
Lalu bagaimana Ry yang penakut menebus kekesalannya?

POJOKSINEMABagi anda yang sangat menggemari film horor berbasis creatures atau makhluk kasat mata yang jahat, film “The Windigo” masih layak untuk ditonton.

Meski anda tak perlu berharap lebih untuk flavour film ini. “The Windigo” atau lebih populer dengan sebutan wendigo, adalah sosok makhluk jahat yang sangat terkenal.

Legenda ini ada dalam cerita beberapa suku Indian berbahasa Algonquin seperti Ojibwe, Cree dan  Saulteaux,  di Amerika Serikat. Meskipun banyak perbedaan tentang detailnya, tapi semua sepakat, Wendigo adalah makhluk gaib yang jahat yang melahap daging manusia.

Karakter makhluk jahat seperti ini sudah sering muncul dalam banyak film dengan kualitas penggarapan beragam. Banyak dari cerita seperti ini berdasar kepada legenda rakyat.

Meski banyak juga hasil imajiner penulis buku maupun film. Naskah “The Windigo” ditulis oleh Brent Jordan dan disutradarai oleh Gabe Torres.

Menceritakan seorang nenek buyut (Casey Camp-Horinek) yang terbangun dari mimpi buruk masa lalu saat Wendigo  membantai leluhurnya. Merasa resah dan khawatir, buyut tua itu, memanggil cucunya,  Claire (Tonantzin Carmelo).

Khawatir dengan pembicaraan buyut tua itu tentang monster jahat, Clare meminta Sheriff Elkins (Brian Krause) melakukan pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu Claire bergegas bersama kedua anaknya, Bree (Fivel Stewart) dan Ry (Marco Fuller)  mengunjungi buyut mereka itu. Setiba dirumah kusam sang buyut, kakak beradik Bree dan dan Ry menjumpai banyak simbol mistis.

Dalam sebuah kesempatan saat kakak beradik itu melakukan penelusuran ke dalam hutan, menemukan rumah tua yang menjadi laboratorium sabu.

Tempat itu tak lain  milik trio pengedar sabu yang psikis : Ben (Adam Shalzi), Kevin (Griffin Powell-Arcand) dan Tuck (Justin Mane).

Sialnya, Ry kepergok mereka bertiga lalu bertengkar, sebelum akhirnya Bree datang membela saudaranya.

Ry yang sebenarnya penakut dan menyebalkan, melaporkan peristiwa penganiayaan dirinya kepada sheriff. Sayangnya sheriff hanya berkilah membela trio bandit itu.

Banyak adegan sadis 'gore' yang cukup membuat ngilu,
Banyak adegan sadis ‘gore’ yang cukup membuat ngilu,
Karakter Pemain Yang Terlalu Datar

Lalu bagaimana Ry yang penakut menebus kekesalannya? Dari sinilah sang buyut memberikan mantra kuat untuk memanggil Wendigo agar Ry menjadi pemberani.

Sialnya, makhluk jahat itu tak pernah bisa dilepaskan dari dalam diri Ry. bahkan kakak dan ibunya pun terancam nyawanya.

Trailer “Twisters” Seberapa Seru Sekuel Aksi Petualangan Ini?

Wendigo sendiri disembunyikan pada sebagian besar film, kita lebih sering melihat Ry menyerang korbannya saat kerasukan roh jahat. Pada beberapa scene lainnya Makhluk jahat itu muncul dalam sudut pandang laiinya melalui bola mata raksasa.

Banyak adegan sadis ‘gore’ yang cukup membuat ngilu, memang menyenangkan tapi tak punya kesungguhan untuk menjadi lebih menarik taua menakutkan sekalipun. Developing karakternya terlalu datar, bahkan nasib mereka juga tidak terlalu penting untuk menarik perhatian kita agar terlibat secara emosional.

Efek saja belum cukup menyelamatkan “The Windigo” dari eksekusi naskah yang terlalu standar.  Tapi untuk sekedar menjadi film hiburan yah cukup cukup sajalah. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *