The Wild Blade of Strangers: Max Zhang Dan Sengketa Berdarah Tiongkok

the wild blade of strangers - pojoksinema.com
Semua terlihat alami

POJOKSINEMANama Wei Li di kursi sutradara bakal diperhitungkan industri film Tiongkok. Lewat karyanya The Wild Blade of Strangers.

Wei Li sepertinya punya potensi besar sebagai generasi penerus John Woo, Ang Lee, Zhang Yimou atau Tsui Hark sekalipun.

Film The Wild Blade of Strangers secara menyeluruh menampilkan banyak pertarungan pendekar dengan nuansa sinematik. Semua adegan pertarungan yang keras itu terbingkai dengan indah.

Tapi saya terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada iQIYI, sebagai pabrikan film-film mandarin dan Taiwan. Untuk kali ini The Wild Blade of Strangers adalah yang terbaik dan termahal disuguhkan iQIYI.

Aktor laga Max Zhang, yang bisa saya (penulis) disebut sebagai cikal bakal pengganti Jet Li di layar bioskop, telah memperlihatkan totalitasnya memainkan karakter pendekar tangguh Tian Anye. Max secara jelas memperlihatkan kemampuan bela dirinya- setelah sebelumnya saya kagumi penampilannya dalam Master Z (2018).

Naskah yang diramu dengan apik oleh Meng Li berhasil membentuk jalinan plot cerita yang sangat bagus dan tidak rumit. Set lokasi yang sangat terlihat klasik juga berhasil membentuk elemen  visual efek yang sangat lembut.

Artinya The Wild Blade of Strangers bukan benda murahan yang banyak dirilis iQIYI, melainkan studio film ini serta merta membangkitkan lagi perfilman laga Tiongkok yang sedang suram di pasaran.

 

Sengketa Berdarah Tiongkok

Kisah penghianatan di era jahiliyah Tiongkok dengan beragam latar Dinasti dan kisah ‘berdarahnya’ selalu menjadi daya tarik film-film Tiongkok. Semua harus dikejar dan dituntaskan dengan darah.. dan berdarah-darah.

Begitupun The Wild Blade of Strangers hadir menghias layar OTT lewat dukungan para karakter yang dimainkan maksimal para bintangnya.

Kekacauan di penghujung masa Dinasti Tang, yang didalangi Pangeran Liang membuat banyak pertumpahan darah di segala penjuru. Pangeran Liang yang sangat berambisi telah membantai setidaknya 3000 orang.

Misi terakhirnya adalah menghabisi putra mungil pewaris Putra  Mahkota.

Penjual arang Tian Anye harus terlibat dengan sengketa berdarah Tiongkok itu, hingga titik darah penghabisan ia harus menyelamatkan keadaan termasuk pewaris Putra Mahkota.

Anye harus berhadapan para jago Kung Fu yang memiliki senjata pedang, golok, panah serta benda tajam mematikan lainnya.

baca yang ini : “Bad Boy in Love” Hanny R Saputra Yang Tak Lagi Garang

Jujur saja! Saya sangat menikmati perteraungan epic-nya yang nyaris tanpa cela dengan bantuan CGI. Semua terlihat alami, seni beladiri yang ditampilkan Zhang pun sangat indah dengan koreografinya.

Sepertinya saya tak perlu banyak mengulas film ini, sebab setelah terakhir saya nonton Hidden Fox  (2022) yang juga keluaran iQIYI itu, The Wild Blade of Strangers telah berbuat lebih untuk menjadi tandingannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *