Sensasi Horor “You’ll Never Find Me” Dengan Kesuramannya

jordan cowan
Jordan Cowan

POJOKSINEMA“You’ll Never Find Me” diawali saat seorang perempuan (Jordan Cowan) muda basah kuyup menggigil sebagai tamu tak di undang,  muncul di depan trailer Patrick (Brendan Rock).

Adegan mengagetkan gedoran pintu dengan efek foley di film -saat hujan deras serta suara petir – ini sangat menjanjikan dengan konotasi semi-adikodrati. Kehadiran tamu tak di undang memulai babak pertama film ini dengan berjuang lewat gaya horornya.

Tamu misterius ini cukup membingungkan penuh teka-teki, Ia sempat melihat pernak-pernik barang milik patrick yang sekonyong ia mengenalinya.

Bagaimana perempuan muda cantik itu, di tengah malam bisa datang ke trailer Patrick-pu tidak pernah terungkap alasannya. Ia mengaku bahwa dirinya tertidur di pantai hingga terbangun lalu dalam perjalanan pulang, karena hujan lebat ia menghampiri trailer Patrick.

Agak gamang alasan tersebut. Namun lagi-lagi di kesempatan lainnya saat ia menceritakan kembali justru detailnya berubah.

Secara keseluruhan sikap perempuan tersebut tidak sesuai dengan kondisinya.

Dia mencoba menjadi sosok perempuan yang pemberani dengan keraguannya menyimak perilaku Patrick. Ia mencoba membuat alasan dengan meminta bantuan Patrick untuk mengantarkannya ke kota, malam itu juga.

Tapi Patrick menyarankan agar tamu tersebut menunggu hingga hujan berhenti seraya mengeringkan pakaiannya yang kuyup. Atmosfer ketegangan berbaur rasa mencekam di dalam trailer itu bisa dinikmati lewat efek-efek suara berulang.

Seperti derit, tetesan air, serta suara lolongan udara dan badai petir yang terdengar dari dalam trailer. Semua ini diracik demi mendongkrak  adrenalin untuk membuat rasa takut yang tinggi.

“You’ll Never Find Me” memperlakukan diri sebagai genre horor monoton. Plotnya mengalir dalam dialog dan tingkah prilaku dua karakter serba samar.

Karakter Patrick sangat tidak stabil, sehingga anda bertanya-tanya apa yang sedang ia lakukan. Ia berada dalam energi paranoia versus insomnia.

Terkadang ia waspada terhadap tanda potensi bahaya, tapi juga suka terjebak dalam ritmenya. Anehnya, tamu tak diundang itu justru merasa nyaman berada dalam trailer yang penuh atmosfer menakutkan itu.

Sesekali Mengerikan

Penulis skenario  Indianna Bell yang juga berduet menyutradarai film ini bersama Josiah Allen setidaknya berhasil memberikan polesan komersil yang cukup luar biasa. Betapa bell dan Allen memiliki tantangan hebat untuk membuat film ini jauh kedalam dengan misteri dan absurditasnya.

Duet Bell dan Allen juga berhasil membangun karakter Patrick dengan sangat terperinci. Sosok Patrick yang terperangkap ke dalam paranoia, imajinasi kelam karena insomnianya sendiri.

Sinematografi gaya Maxx Corkindale, dikombinasikan dengan desain set yang suram- paling tidak kita melihat kekayaan tatanan ‘Mise en Scene’ yang tervisual dengan indah.

baca juga yah : Reboot “Road House” Setelah Ditinggal Mendiang Patrick Swayze

Entah apa yang hendak disampaikan premis “You’ll Never Find Me”, mungkin sederhananya adalah gambaran kepada diri kita sendiri. Masa lalu terkadang membuat jiwa kita menggelayut di dalamnya dan sulit dilepaskan jika tidak pernah mengambil sikap untuk Hijrah!

Dan begitulah sensasi horor “You’ll Never Find Me” dengan kesuramannya, yang sesekali terlalu mengerikan untuk diresapi. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *