Kata Mereka Saat Peluncuran Poster Lenticular “MARNI: The Story of Wewe Gombel”

peluncuran poster marni
‘Tapi kalau poster saya rasa kami yang pertama melakukannya’

POJOKSINEMADitengah langkanya duet genre antara horor dan aksi dalam sebuah film, maka “MARNI: The Story of Wewe Gombel” menjadi menarik.

 

Dua studio film SHEN ENTERTAINMENT dan RA PICTURES menggandeng LEGACY PICTURES  meramu film bergenre, horror dan action.

Fransen Susanto, produser kondang ini menjalin kerjasama dengan tim  laga pabrikan Iko Uwais. hal ini ia lakukan demi membuat film tersebut menjadi tontonan yang sangat komersil dan mahal.

“Saat ini Uwais Team adalah tim koreo fighting terbaik di Indonesia dan untuk menghasilkan karya terbaik, kita harus memakai orang-orang terbaik di bidangnya,” ujar Fransen Susanto kepada awak media saat peluncuran  Poster berdesain lenticular MARNI: The Story of Wewe Gombel”.

Mengandalkan ketangkasan fisik, film laga memang selalu mencuri perhatian. Genree seperti sejak hadir ke dalam industri  identik dengan peran pria kuat nan gagah.

Meski, setara pekembangan zaman, banyak juga bintang perempuan yang andil dalam memerankan sosok wantita trangguh dan berdarah-darah.

 

Adegan Aksi Yang Diperankan Oleh Pemainnya Sendiri

 

Film horror aksi MARNI: The Story of Wewe Gombel” arahan Billy Christian in, dibintangi oleh  Ismi Melinda, Hannah Al Rashid, Amanda Rigby, Athar Barakbah.

Serta Reza Hilman, Frislly Herlind, Shareefa Dhaanis, Mathias Muchus, Djenar Maesa Ayu, Roy Marten, hingga Voland Humonggio.

Menurut Billy tantangan dalam menyutradarai film ini adalah adanya koreo fighting yang masih relative baru.

” Dimana sebelumnya sosok hantu hanya digambarkan statis. Sementara di film ini hantunya menunjukkan gerakan-gerakan yang sangat dinamis. Yakni melakukan koreo fighting. Bagaimana kita harus menyiapkan kostum dan make-up, terutama penggunaan prostethic.  Karena di film ini hampir seluruh adegan aksi laganya diperankan oleh mereka sendiri.

“Kita ingin membagi chemistry dalam film horror ini sedikitnya memberikan warna yang berbeda dari segi action dan lebih ke thriller-nya,” terang Uwais Team selaku konsultan fighting choreography film ini.

“Ini film horror yang sedikit berbeda and I think it’s interesting and exciting” kata Hannah Al Rashid, yang bergabung dalam project ini.

“ Aku juga latihan dirumah terlebih latihan flexibility tubuh karena disini banyak adegan fighting yang mengharuskan badan aku harus flexible, ” ujar Ismi Melinda pemeran karakter Marni.

” Dan aku ini sebenarnya orang yang nggak pernah puas dengan hasil sendiri. paling nggak aku sudah berusaha semaksimal mungkin dalam film ini. Biar penonton yang menikmati dan menentukan hasilnya saat film tayang di bioskop”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Amanda Rigby mengatakan jika dirinya menjalani workshop beladiri yang cukup intense.

“Cukup melelahkan tapi menyenangkan, apalagi dengan tim yang sangat berpengalaman dan professional,. Ini adalah tantang yang sangat berbeda,” kata Amanda.

 

Desain Poster Lenticular “MARNI The Story of Wewe Gombel”

 

Film ini sedianya dirilis pada  Juni 2024 mendatang, di seluruh bioskop.

Terkait official poster yang dirlis, maka  Shen Entertainment melakukan hal yang sanbgat baru, yakni menerbitkan poster berbentuk lenticular poster. Alias poster dengan desain hologram.

“Sebelumnya saya rasa belum ada film Indonesia yang menggunakan poster lenticular. Kalau sejenis  post card mungkin ada. Tapi kalau poster saya rasa kami yang pertama melakukannya,” ujar Fransen Susanto selaku Executive Producer.

baca juga : Kini Jadi DJ, Artis Cantik Novelia Reni Ramaikan Lantai Dansa

“Semoga film Marni dapat dinikmati oleh para penikmat film Indonesia dan menambah khazanah perfilman Indonesia,” tambah Fransen Susanto.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *