The Beekeeper: Melepas Rindu Kebrutalan Jason Statham

jason statham - the beekeeper
‘mengawinkan formula ¬†genre action-thriller’

POJOKSINEMASemua orang tahu jika lebah dikoyak sarangnya maka resikonya akan kalian tanggung, begitulah yang terjadi dengan The Beekeeper. Film terbaru Jason Statham sangat penuh dengan aksi kekerasan, brutal tanpa ampun.

Saya agak maklum dengan situasi kesadisannya, karena Jason Statham juga bertindak sebagai produsernya. Tapi untuk para penggemar, justru film inilah saatnya melepas rindu dengan film-film Statham seperti trilogi The Transporter, The Mechanic, serta yang berbasis laga seru lainnya.

Film The Beekeeper sebuah genre yang -bisa saya sebut- agak kacau dengan premis dan naskahnya. Sebua serba dikebut dengan irama pertarungan, tembak menembak dan ledakan.

poster resmi The Beekeeper
Official Psoter ( IMDb/pojoksinema.com )

Itu artinya film ini memang di bungkus untuk mengembalikan Statham kepada habitat genre yang telah membesarkan namanya. Tidak ada yang salah untuk sekedar ber-romansa dengan film-film sebelumnya, meski film ini sarat kekerasan.

Perkawinan Formula Genre

Namun yang paling menarik dari The Beekeeper adalah proses editingnya yang serba takjub dalam ‘menjahit’ banyak scene ‘kekerasan’. Jika anda nonton di bioskop dengan kualitas (minimal) Dolby 7 maka akan terasa beberapa efek suara dentuman, pukulan keras menyakitkan, desingan peluru serta suara baja yang bergema.

The Beekeeper saya klaim sebagai film konsep dengan mengawinkan formula  genre action-thriller. Kenapa demikian? faktanya adalah plot cerita yang menjual dunia hitam sebuah persekongkolan yang melibatkan Presiden.

Lalu, tampak jelas film ini seperti sepenuh hati mengadaptasi formula aksi ala franchise John Wick, yang selalu mahir menghabisi musuhnya dengan tangannya sendiri. Bunuh! dan bunuh lalu bunuh lagi sampai anda puas.

Begitulah nafsu membunuh Adam Clay yang diperankan Statham dalam The Beekeeper.

Ada adegan Statham dengan menggunakan peralatan Diving, ini juga terjadi dalam ‘MEG’. Lalu gaya baku hantam Statham yang juga mengingatkan kita pada The Transporter yang serba cepat dan jago menangkis.

baca juga : Model Former Cindy Varadilla Pilih Sibuk Urus Keluarga

Formula ini secara keseluruhan pernah dihadirkan dalam film-film yang di lakokannya. Tapi, itu tadi saya bilang tidak ada yang salah untuk melepas rindu menyaksikan film karya David Ayer itu.

Nama David Ayer sangat famIliar lewat film Suicide Squad (2016) yang disutradarainya. David juga menjabat sebagai produser di film Fury (2014) yang dibintangi Brad Pitt.

Bonusnya kita juga akan diperlihatkan performa akting dua aktor veteran, Jeremy Irons dan Phylicia Rashad yang tetap prima. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *