Jin Qorin kembalinya Ubay Fox dengan proyek ambisius

Belum lagi masalah scoring pada sematan jump-scare yang basi. Saat kini bukan lagi era jump-scare seperti 15 tahun lalu, sound keras tapi hanya membuat berisik teater saja.

Horor modern  memang utuh jumpscare sebagai bonus lah. Tapi tidak penting juga suara kejut harus dikonsumsi penonton, apalagi jika scenenya juga jadi jump-scare gagal.

Ubay Fox dengan naskahnya sebenarnya saya sedikit punya ekspektasi, bahwa kali ini dia akan memberikan yang maksimal. Namun yang terjadi, harapan hanya tinggal harapan belaka.

Dirinya yang juga bertindak sebagai produser semestinya bisa lebih arif menyimak elemen kreatif A sampai Z. Hal ini penting agak komitmen dalam proses treatment pemain dan reading tidak melenceng saat di eksekusi dilapangan.

cast and crew Jin Qorin
Soal penampilan dan kemampuan para pemainnya, saya kira cukup
Dalam penataan montage, film ini juga seperti tidak stabil mengalirkan tone color yang diinginkan.

Entah apa yang terjadi pada proses color grading di studio. Sejujurnya saya tidak nyaman dengan variabel dan grafik color-nya.

Sebagai sutradara, kali ini  saya anggap Ubay lupa membingkai chemistry para aktornya. tak banyak yang dapat di simulasikan untuk mendevelope chemistry, meski sesekali terlihat.

Jin Qorin dengan Ubay Fox terlalu ruwet dengan kalkulasi ambisius sebuah karya. Meski, penonton tidak dirugikan untuk menikmati sensasi horor ala Jin Qorin.

Film ini juga memiliki argument gambar yang absurd pada persoalan setting lokasi yang disebut pabrik. Tapi sepanjang film dimana terjadi scene pabrik, saya tak melihat ada aktifitas mesin pabrik yang berjalan.

baca disini : Film Tulah 6/13 yang seharusnya bisa lebih bernyali

Soal penampilan dan kemampuan para pemainnya, saya kira cukup, tidak lebih meski perlu di tambal. Tugas sutradara lah untuk meramu agar para karakternya betul-betul melumat habis peran yang mereka mainkan.

Ada frame ‘mise en scene’ yang saya lihat begitu elok berhasil ditampilkan DOP film ini. Artinya film ini masih tetap tampil dengan keluhuran konsep, yakni : vintage movie!

Beberapa detail perabotan vintage saya kira lebih dari cukup di visual sebagai wali era cerita film ini.

Marthino Lio, Rama Michael, Annisa Hasim dan Tyara Vanesha juga Kanaya Gleadys telah berupaya keras menghadirkan tontonan menghibur untuk anda. Jangan lewatkan sensasi Jin Qorin mulai 23 Maret di bioskop! (Q2)

9 Comments on “Jin Qorin kembalinya Ubay Fox dengan proyek ambisius”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *