Red Right Hand: Orlando Bloom Gagah, Bertarung Tanpa Gaya

andie macdowell
Andie MacDowell “Red Right Hand” (Magnolia Pictures/pojoksinema.com)

POJOKSINEMA“Red Right Hand” film thriller kriminal berlatar Kentucky ini, dibintangi oleh Orlando Bloom yang berperan Cash.

Cash adalah mantan pecandu dengan tanda pada pergelangan tangannya yang terbakar. Tanda itu sebagai sikap atas dirinya yang keluar dari geng Big Cat.

Cash  mencoba menjalani kehidupan normal yang tenang setelah kematian saudara perempuannya akibat kecanduan narkoba.

Dia tinggal di sebuah gubuk di tanahnya sendiri. Hari-harinya ia membantu menggarap lahan pertaniannya bersama saudara iparnya yang pecandu alkohol, Finney (Scott Haze).

Ia juga selalu punya kepedulian terhadap Savannah (pendatang baru Chapel Oaks), keponakannya yang kutu buku.

Hanya saja kehidupan tenang Cash memang tak berjalan mulus, saat bos geng Big Cat memulai terornya untuk menagih hutang 100 ribu dolar kepada Finney. Sayangnya, abang iparnya itu gagal memenuhi janjinya melunasi hutang.

Kompensasinya Cash akhirnya masuk kembali ke dalam geng Big Cat. Bos Big Cat yang diperankan cukup menawan oleh aktor gaek Andie MacDowell sedang membangun kerajaan bisnisnya.

Untuk itu, Cash harus berputar otak dengan siasat jitu, agar tidak terjebak terlalu dalam dengan sikap pimpinan geng yang tak pandang bulu untuk membunuh. hal ini demi mengamankan warisannya.

Berbagai transaksi narkoba yang berdarah pun terjadi dengan baku tembak. Situasi yang kian rumit diluar sana, membuat Cash dan Finney harus memastikan Savannah agar bisa menggunakan senjata.

Bloom bisa disebut melakukan yang terbaik untuk memenuhi hasrat karakternya. Pria bertato juga gagah dengan otot tubuhnya yang tampak menonjol saat pull-up di teras gubuknya.

Perangai Orlando Bloom dengan peran Cashnya sangat memberikan kesan percaya kepada penampilannya. Meski saya juga agak jengkel otot yang diperlihatkan tadi juga ternyata tidak setara dengan kemampuan beladiri Cash.

Artinya, sejak awal saya berharap akan terjadi keseruan dalam tarung tangan kosong dan pisau yang memperlihatkan kemampuan beladiri Cash. Namun rupanya,  film ini memang tidak membungkus keelokan pertarungan.

Tidak Gahar

Kegagahan Cash yang tidak memiliki gaya bertarung.

Orlando Bloom disulap sebagai realisme dari peradaban desa kecil di Kentucky, Petugas hukum juga bisa bersekongkol dengan para penjahat besar, meski ada juga yang jujur dalam menjalankan tugasnya.

“Red Right Hand” memang jauh dari sentuhan formula pertarungan beladiri nan keras. Seperti halnya banyak genre aksi pabrikan Hollywood lainnya yang sangat kental dengan sinematografi dan koreografi laga pertarungan cita rasa Hong Kong.

Pada ruang eksplorasi lainnya, aktris gaek Andie MacDowell sukses menggapai cita rasa tinggi performanya. Mungkin ini juga membayar kerinduan kita selama bertahun-tahun untuk melihat penampilan terbaiknya.

MacDowell terlihat jelas sangat mengunyah habis peran yang ia mainkan. Bagaimana ia bermain dengan karakter yang sangat jelas ‘pembunuh tidak pandang bulu’

Yang menyebalkan adalah, kenapa anggota geng jahat Big Cat tidak segahar bosnya yang haus darah? Mereka hanya sekelompok orang jahat dengan keberanian berbekal senjata saja.

Big Cat tidak segahar bosnya yang haus darah
Big Cat tidak segahar bosnya yang haus darah (Magnolia Pictures/pojoksinema.com)

Lalu datang mengeroyok tanpa memiliki kelebihan unsur fighting yang ok! Dan tak terlihat mereka adalah nyawa-nyawa kematian berdarah yang sedang berkumpul melindungi bosnya ketimbang para lelaki dengan setelan rapi dan wajah tampan semua, hadeewww…

baca juga : Bonnie: Soal Laga, Belajar ‘Yang Tekun’ Dari Sineas Hong Kong

Namun ada juga sisi lain yang cukup menarik dan menawan dari film ini. Ketika kemampuan  sinematografer Johnny Derango berhasil menangkap suasana hati yang klasik.

Lebih kurang setengah dari film ini berlangsung di malam hari.

“Red Right Hand” karya duet bersaudara, sutradara Eshom Nelms dan Ian Nelms, adalah sebuah klise mengerikan tentang Amerika dan Tuhan, keluarga, senjata, narkoba, dan keserakahannya. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *