Founders Day: Twist Menarik Tapi Ompong Dengan Satir

founders day - pojoksinema
“Founders Day”

POJOKSINEMA“Founders Day” bisa untuk melepas rindu bagi anda penggemar film horor penuh ketegangan seperti franchise “Scream” dan waralaba “I Know What You Did Last Summer” atau “Urband Legend”.

Sebuah film horor dari genre sejenis bernuansa serupa dengan kengeriannya. Hanya saja, “Founders Day”  bagi saya (penulis), terlalu asik dengan bebannya membuat gagasan  segarnya menghadirkan lebih dari satu pembunuh.

Hal ini dilakukan bertujuan meletupkan ketegangan dengan twisnya. Alhasil, film ini terlalu banyak keinginan untuk disampaikan tanpa ending yang mengagumkan.

Praktisnya terlalu njelimet dengan jahitan benang merah antar tokoh yang kurang rapi di akhir film. Hampa rasa, begitulah saya menyimpulkan penutup cerita.

Sebenarnya, kecepatan cerita keseluruhan masih baik-baik saja, sayangnya jeda di babak terakhir membuat momen besar seperti tak ada lagi rasanya. Mungkin jeda itu dimaksudkan untuk melumerkan plot twist-nya, agar membuat kejutan.

Sayangnya, hanya tak lebih dari sebuah pengumuman ‘garing’ untuk membuktikan suatu peristiwa. Fakta untuk kengeriannya, “Founders Day” cukup padat dengan scene pembunuhan yang ngilu berdarah-darah.

Semua dilakukan oleh sosok  pembunuh bertopeng yang senang menikam dan mengiris leher lawannya di setiap kesempatan. Berbekal senjata mematikan, pisau dan palu hakim, sebagai simbol keadilan rasa yang sesat dari si pembunuh.

Scene jumpscare nya juga cukup bagus, meski sulit untuk dibenamkan sepenuhnya saat aspek lainnya kurang ‘gorengan’ hingga menghambat hasrat besar “Founders Day”. Kekurangan terdalam “Founders Day”  tidak bisa memahami maksud dan tujuan sebenarnya.

Terlihat jelas dari eksekusinya.

Kisahnya sederhana: seorang wali kota yang sedang berjuang, serta lawannya yang terlalu sibuk memenangkan pemilu mendatang. Kenyataannya  mereka tidak bisa mewujudkan apa yang dijanjikan kepada penduduk kota, terutama melindungi anak-anak.

Seisi kota dihadapkan, pembunuh bertopeng, yang melakukan aksi sadisnya. Dimulai dengan korban bernama, Mellisa (Olivia Nikkanen), putri Faulkner.

Plot mengalir dengan membuka varian tema yang mengaitkan isu politisi lokal yang penuh omong kosong dan kejahatan sang pembunuh berantai di kota kecil.

Twist Menarik, Ompong Dengan Satir

 

Terlalu banyak tokoh yang harus saya kupas jika artikel ini saya luangkan detailnya. Namun sesungguhnya, anda harus bisa mencerna sendiri ( jika mau sedikit terhindar dari plot-plot politiknya) bahwa twisty story adalah dagangan menarik “Founders Day”.

founders day
‘ompong dengan satir’

baca juga yah : Penampilan Tulus Sara Fajira Cengkerama Dengan “Sinden Gaib”

Sejatinya film ini memiliki banyak potensi untuk meledak-ledak dengan kesadisannya. Namun cerita dan karakternya kurang cukup kuat untuk menyampaikan sesuatu yang jelas.

Karakter film ini hanya berdiri tegak dalam satu dimensi dan kurang mendalam. Sehingga kesulitannya adalah bagaimana plot cerita terjalin menawan untuk saling menghubungkan alasan kehadiran para tokoh.

Untuk itu hadirlah “Founders Day” horor dengan muatan twist menarik, namun ompong dengan satir alias malu-malu meleluasakan drama horornya sendiri.. (Q2)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *