Under The Light: Karya Zhang Yimou Paling Berbelit Dan Tergesa

under the light
Proses pengeditan tergesa telah memberikan pemahaman bahwa film tersebut seakan dikerjakan ulang

POJOKSINEMASepertinya saya tidak melihat bahwa sutradara Zhang Yimou baru saja merilis film terbarunya. Setelah saya menonton Under The Light, ternyata memang jauh dari ekspektasi bahwa Zhang Yimou menyuguhkan untuk kesekian kali karya terbaiknya.

Film Under The Light adalah konsep langka dari Zhang Yimou. Filmnya penuh dengan kerumitan yang sangat dalam. Ceritanya sangat berbelit-belit.

Under The Light bisa disebut sebagai kali kedua ia menyuguhkan tema urban. Namun bagi saya,  Yimou sepertinya ingin bernostalgia dengan karya-karya kontemporer di eranya.

Saat itu era 1990an banyak film-film Tiongkok berbasis dengan cerita kejahatan sistem nan kompleks yang berada dalam bingkai kebobrokan mental dan moral.

Film Under The Light tak berarti apapun dibanding karya Zhang Yimou lainnya, tidak berpondasi dengan kerumitan cerita.

Prose pengeditan tergesa telah memberikan pemahaman bahwa film tersebut seakan dikerjakan ulang. Hanya  masih tetap berfungsi dengan plot yang menarik.

Menyimak Under The Light, alam logika kita akan sangat tersesat untuk berada di dalam labirin jahat yang sulit untuk dipecahkan. Meski itu sangat menarik.

Bila anda pernah menonton karya Yimou, Hero (2002) maka anda juga mencernanya dengan kerumitan meski, film yang dibintangi Jet Li juga Donnie Yen itu berhasil membungkus klimaks mengesankan.

Semua kerumitan yang Yimou sampaikan dalam Hero mampu terjawab oleh para karakter menawan yang dimainkan, Maggie Cheung, Tony Leung, Zhang Ziyi dan Chen Daoming.

Seperti Bukan Zhang Yimou

Kembali dengan Under The Light, skenario yang dibuat oleh Chen Yu begitu dalam dengan muatan intrik dan kelicikan menjadi terlalu kacau untuk mempertahankan babak awal film ini. Film ini sebenarnya menyerukan agar generasi penegak hukum bisa diberi kepercayaan.

Hanya saja Zhang tidak begitu percaya pada aktor mudanya untuk memainkan drama tersebut. sementara Zhou menggunakan mode tomboy secara default.

baca dong : Rencana Selly Brucelly Tampil Jadi Tokoh Jahat Dalam Film

Film juga memperlihatkan batin dan cara berpikir Yimou, ia sangat percaya sesungguhnya pengusaha dan politisi tak lebih sebagai ‘gangster modern’. Baginya – dalam film ini – merekalah yang menjalankan bisnis kejahatan dengan alasan kehormatan.

Meski unsur teknisnya normal berjalan, tempo yang tergesa khas film thriller Tiongkok memberikan Under The Light nuansa ‘siapa yang sedang menjalankan’  film ini, tapi juga kadang membuat orang lupa siapa yang ada di belakang kamera. Artinya seperti bukan Zhang Yimou yang ada dalam film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *