Dua Sutradara Satu Visi
Dipimpin dua kepala kreatif, Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana justru menunjukkan kekompakan di lokasi. Bukannya saling adu ego, mereka malah saling melengkapi. Rahabi jago di action, Arwin kuat di drama – kombinasi yang bikin film ini terasa imbang secara emosional dan visual. Selama syuting, mereka duduk berdampingan di depan monitor, dan setiap adegan baru dinyatakan selesai kalau sudah dapat persetujuan dari keduanya. Kolaborasi dua gaya, demi mencapai satu tujuan.
Wafda dan Film Serba Tentara
Diam-diam nama Wafda Saifan mulai lekat dengan karakter personil militer. Senang banget ketika dikontak produser Celerina Judisari, rupanya Wafda ditawari ikutan main film perang ini. Sebelum proyek “Believe” dia pernah angkat senjata di film “Kadet 1947” (2021, Rahabi Mandra, Aldo Swastia) dan jauh sebelumnya ada “Jelita Sejuba” (2018, Ray Nayoan). Namun tingkat kesulitan di film “Believe” jauh lebih tinggi. Salah satunya, karena dia harus melakoni adegan terjun payung dan Wafda sendiri orang yang takut ketinggian. Celakanya, adegan ini tak bisa diakali di lapangan. Ah takis deh. Namanya juga profesyenel.
Marthino Lio dan Peluang Piala Citra
Marthino Lio pernah dua kali meraih piala Citra sebagai aktor. Masing-masing dalam “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (Edwin, 2022) dan “The Big 4” (2023, Timo Tjahjanto). Uniknya, ternyata dalam kedua film tersebut, dia banyak melakukan adegan perkelahian. Lumayan gokil karena full body contact. Kemudian, di film “Believe” dia juga kebagian porsi berantem habis-habisan. Rasanya, nggak kalah dengan Iko Uwais. Alhasil, apakah menjadi adegan ini menjadi pertanda dia bakal dapat piala Citra kembali? Silakan buktikan sendiri ya.
(Bobby Batara)