
POJOKSINEMA – Perfilman di Indonesia kerap melahirkan banyak bintang muda yang mencuri perhatian penonton dan media nasional hingga namanya meletup di jagat industri.
Hal ini lumrah dalam sebuah peradaban industri, dikenal publik dan media karena kualitas atau ketampanan dan kecantikan, serta perbuatan eloknya atau kelakuan buruknya.
Perang prestasi dalam industri film nasional – yang tak terlalu besar ( sebenarnya ) – terkadang dipaksa beriringan dengan kegilaan publik memuji wajah si pemain, yang cantik dan yang tampan.
Begitupun yang terjadi dalam pesta Olimpiade 2020 di Jepang, tak sekedar mencuatkan prestasi hebat para atletnya serta pola solid atlet tim-nya, namun juga paras cantik dan ketampanan para atlet berkuasa mencuri perhatian penonton sedunia ‘bahkan’ dan media internasional.
Pesta Olimpiade 2020 juga andil melambungkan nama Zehra Gunes atlet voli wanita timnas Turki.
Paras cantik Zehra Gunes membius publik dan media, tak ayal media nasional di Indonesia pun ikutan getol memuji paras cantik dan keindahan ragawi atlet berusia 22 tahun itu.

Dengan tinggi badan 1,97 meter serta paras cantiknya yang serta merta berbalut dengan kualitas permainannya yang solid dan lincah di arena voli, maka Zehra Gunes pun seperti menyihir publik dan media untuk layak dipuji setinggi-tingginya.
Lalu bagaimana jika Zehra Gunes kelak tampil dalam sebuah film? Genrenya apa? Perannya jadi apa? Bagaimana dengan bayarannya, mahal kah atau cukup-cukup saja?
Saya (penulis) berandai saja, bagaimana jika ada produser dan sineas Indonesia yang meliriknya untuk terlibat dalam sebuah proyek film berbudget fantastis?
Sekedar catatan, bintang film Cinta Laura pernah merasakan jadi atlet berprestasi di sekolahnya.
Lewat kejuaraan renang, Cinta Laura menggondol 10 medali emas, 7 medali perak dan 7 perunggu dalam kejuaraan sekolah internasional se Indonesia.
Bahkan aktris Prisia Nasution juga pernah mencicipi jadi atlet pencak silat, yang juga sempat jadi rebutan produser film Indonesia kala itu, sebelum akhirnya ia putuskan untuk totalitas berkarir sebagai bintang film Indonesia.
Sementara catatan lainnya adalah, pada ruang kualitas juga terkadang sering filmmaker tanah memaksakan diri untuk memakai bintang-bintang muda tampan dan cantik yang memiliki darah keturunan Eropa.

Hanya demi pesona keindahan visual (lagi-lagi fisik) yang tangkap kamera, tapi seberapa banyak sih bintang film blasteran itu yang hebat dengan kualitas aktingnya?
Kembali lagi dengan Zehra Gunes, andai saja ia mau memerankan sebuah karakter perempuan kuat dalam genre aksi thriller pabrikan Hollywood, maka ia akan mensejajarkan diri bersama para bintang Hollywood yang kecantikan serta keseksiannya antara di film dan kehidupan nyata setara seperti : Gal Gadot, Kate Beckinsale, Angelina Jolie, Milla Jovovich dan Charlize Theron.
Nah, seumpama Zehra Gunes main film Indonesia, genre apa yang diterimanya jika dirinya berminat untuk terjun bebas di dunia akting?
Kita umpamakan yang pertama adalah genre drama ; mungkin Zehra Gunes butuh waktu lama untuk memperlancar bahasa indonesianya, karena jika ia menjadi pemeran utama dengan plot cerita yang banyak dialog, maka Zehra pun juga harus punya kemampuan memfasihkan diri berbahasa Indonesia.
Tapi jika ia hanya kebagian sedikit peran, mungkin tak jadi persoalan rumit.
Their global presence ensures prompt medication deliveries.
where can i get cheap lisinopril tablets
World-class service at every touchpoint.
I appreciate their late hours for those unexpected needs.
cost of cheap cipro online
Their medication reminders are such a thoughtful touch.
Quick turnaround on all my prescriptions.
how can i get cipro without rx
Their patient care is unparalleled.