POJOKSINEMA – Yes, ada film perang lagi. Digadang-gadang sebagai film laga drama terbesar tahun ini, “Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian” siap menghibur sekaligus bikin haru. Filmnya tayang di bioskop mulai 24 Juli 2025.
Dieksekusi oleh duet sutradara Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, film ini bergenre laga – drama dengan bumbu perang yang diekeskusi dalam skala raksasa. Aktor utamanya ada Ajil Ditto, Adinda Thomas, Maudy Koesnaedi, Wafda Saifan, Marthino Lio, M. Iqbal Sulaiman, hingga aktor cilik Muhammad Faqih Alaydrus.
Tentu tak sekadar jualan konflik, “Believe” juga hadirkan potret relasi ayah-anak yang jarang disorot. Terasa sunyi, kompleks, dan menyentuh. Mengajak untuk merenung tentang cinta dan pengabdian dalam versi yang tak selalu tampak.
Proyek ini menjadi debut rumah produksi Bahagia Tanpa Drama yang digawangi oleh Celerina Judisari. Sebagai produser ia memastikan bahwa filmnya bukan hanya untuk pecinta film laga, tapi juga untuk mereka yang pernah merasakan kehilangan, kerinduan, dan kasih yang tak sempat terucap.
Sungguh, “Believe” membawa angin segar bagi industri sinema Indonesia. So, sebelum nonton filmnya di bioskop, silakan kepoin trivia menarik seputar film perang ini.
Biopic yang Subjeknya Masih Ada
Kisah dalam film ini terinspirasi dari kisah nyata yang tertuang dalam buku biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto bertajuk: “Believe – Based on a True Story of Faith, Dream, and Courage” yang disusun Valent Hartadi bersama tim. Ya, ini memang film biopic. Sang sosok protagonis digambarkan bukan hanya perkasa di medan tempur, melainkan juga tampak kikuk ketika berurusan soal hati. Bikin gemas lihatnya. Sesekali dia juga diperlihatkan sebagai manusia yang berhati malaikat, komandan yang memperhatikan kesulitan yang dialami bawahannya.
Dukungan TNI Demi Akurasi
Seperti film Hollywood yang didukung militer Amerika, sejak tahap penulisan skenario, tim produksi sudah melibatkan TNI sebagai mitra konsultasi. Produser Celerina Judisari menyebut salah satunya detail seragam Angkatan Darat. Motifnya dari era loreng daun anggur hingga loreng Malvinas, semua dikawal ketat agar sesuai fakta. Begitu pula dengan adegan ledakan dan aksi, juga dirancang rapi demi keamanan dan keselamatan di lokasi syuting. Kolaborasi ini bukan semata soal teknis, tapi juga wujud komitmen menjaga nama baik Panglima TNI lewat film yang believable.