POJOKSINEMA – Sutradara Harry Dagoe Suharyadi dikenal sebagai pembuat film yang serba bisa. Dulu saya menyebutnya sebagai auteur Raden Ngabehi, alias “ngerjain kabeh” atau mengerjakan semua. Mulai dari sutradara, penulis skenario, hingga produser.
Film “Pachinko & Everyone’s Happy” menjadi debut penyutradaraannya di layar lebar. Sebuah film Indonesia yang berkisah tentang masyarakat urban Tokyo dari tiga generasi. Dengan tema yang segar sungguh pas jika “Pachinko” menjadi gerbong yang menandai bangkitnya sinema Indonesia era 2000-an.
Dari film dewasa, Harry menjajal film anak-anak lewat “Ariel dan Raja Langit” proyek yang menjadi langkah perdana Ariel Tatum di sinema. Setelah itu, kiprahnya membuat film anak-anak masih berlanjut. Harry justru lumayan rajin menggarap sejumlah judul film anak berikutnya.
Menariknya, pria kelahiran 12 Desember 1969 ini seperti punya insting pemandu bakat. Banyak aktor cilik yang pernah ia arahkan kini tetap eksis di dunia akting. Bahkan, tak sedikit dari mereka berhasil keluar dari zona nyaman dan tampil memukau lewat peran-peran yang lebih menantang.
Berikut ini tiga bintang menawan yang ternyata debutnya sebagai bintang cilik di film Harry Dagoe. Yuk kepoin rekam jejak mereka di sinema Indonesia.
Ersya Aurelia – Jendral Kancil The Movie (2012)
Belasan tahun silam, sosoknya sungguh imut-imut sebagai anak SD lengkap dengan rambut poninya. Ratu Pelangi namanya. Mendadak bayangan itu terlupakan ketika dia berperan sebagai perempuan yang dipaksa aborsi demi sebuah ritual dalam “Kampung Jabang Mayit” arahan sutradara Wisnu Surya Pratama. Tak pelak, sekilas sosoknya mengingatkan pada Florence Pugh yang jadi tumbal persembahan di film “Midsommar”. Sama-sama kisah horor di siang bolong namun tak kalah mencekam. Ersya juga muncul di film lebaran tahun ini, lagi-lagi horor, “Pabrik Gula”.