No Time To Die : Setelah Daniel Craig pamit sebagai Agen 007 apalagi?

Film-film James Bond di masa datang bukan lagi soal penggemar ; baik karakter itu sendiri maupun bintang pemerannya.

Di masa depan industri yang kian digital, maka tokoh James Bond harus bertahan dengan energinya merelaksasi diri dan membuat pasar penggemar baru, yang menerima warisan generasi pendahulunya.

Paling tidak saya (penulis) menonton dan menyimak betapa Cary Fukunaga dengan No Time To Die – sangat punya kearifan untuk membaca sebuah kitab kesuksesan semesta  Marvel dan DC, selalu menjadi perdebatan tapi tetap tereksekusi dengan baik.

Kesadaran inilah yang menjadikan betapa No Time To Die tanpa ampun terbungkus dengan baik ; sebuah nilai hiburan sejati yang bisa dinikmati penonton di dunia.

poster resmi no time to die
Official poster No Time To Die

Aktris Lea Seydoux  yang memerankan Dr Madeleine Swann cukup sukses ‘nyaris’ tanpa cacat.

Bahkan chemistry dirinya dengan Daniel Craig-pun hadir tanpa kekhawatiran sedikitpun.

Hanya saja No Time To Die memang mengajak anda untuk betul betul menyimak alur cerita dan klimaks dramaturginya, sebagai film spionase yang paling ‘njelimet’ dan dragging.

Baca yang ini juga yah : No One Gets Out Alive : horor kehidupan Ambar imigran gelap

Terlalu banyak ruang eksplor hanya untuk menjawab teka-teki, misteri, konspirasi, intrik hingga persoalan James Bond yang telah memiliki putri kecil dari hubungan asmaranya dengan Madeleine.

Tapi saya memakluminya, karena plot No Time To Die yang memuat absurditas ini memang terasa sangat besar dan megah untuk sekelas film Bond dan film-film berbasis spy-action pabrikan Hollywood.

Dan hasilnya ;  lahirlah trio karakter penuh intrik, penuh misteri ; Daniel CraigLea Seydoux dan Rami Malek.

Sayaq pun menganggap No Time To Die  dengan Lea Seydoux dan Rami Malek – nya sangat berjasa mengantar Daniel Craig berpamitan kepada penggemar James Bond dengan gemilang.

Bukan kesia-siaan, di tangan Cary Fukunaga semua elemen No Time To Die terlihat terampil nan mahal.

Kini setelah tayang di bioskop, No Time To Die bersama segala isinya telah mempopulerkan diri menjadi film James Bond terbaik sepanjang masa! ( Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *