Home » Remaja Masa Kini Yang Rentan Dan Kematian Tragis Ala “Whistle”

Remaja Masa Kini Yang Rentan Dan Kematian Tragis Ala “Whistle”

review whistle

POJOKSINEMASekilas saya (penulis) seperti dipaksa menebak bahwa film “Whistle” akan sama dengan thriller horror buatan Australia, “ Talk to Me” karya Philippou bersaudara.

Namun ternyata  berbeda, dari segi metode paparan latar cerita dan kekuatan penuh atmosfer, “Whistle” masih unggul.

Meski medianya serupa tapi tak sama, tentang benda pusaka ‘Aztec’ yang memiliki kekuatan supranatural jahat dengan peluitnya.

Nah ada juga yang unik, jika anda mengikuti waralaba sukses Final Destination ; maka Whistle agak-agak serupa tapi tentu tidak telak sama.

Bedanya disini eksekusi kematian memang sedikit menyerupai cara film ‘Final Destination’. Hanya saja “Whistle” merajutnya dengan potret masa remaja yang kalem penuh ketakutan dan kecemasan.

Whistle ( IMDb/pojoksinema.com )

Penulis skenario  Owen Egerton dan sutradara Corin Hardy mengajak kita ke kota industri baja Amerika Utara yang bernuansa musim gugur. Sosok muda Chrys (Dafne Keen), siswi SMA yang artistik, yang mewarisi loker mendiang pemain basket bintang yang tewas mengenaskan terbakar hangus di ruang ganti.

Nah adegan sadis ini kita saksikan pada prolog cerita.

Tepat Perayaan Valentine Tami Irelly Rilis Single Baru “Ride or Die”

Tak sengaja Chrys -yang baru saja tiba di kota untuk tinggal dengan sepupunya itu- menemukan benda mematikan yakni;  peluit Aztec berbentuk tengkorak dengan tulisan  “panggil orang matimu” (ada sedikit perbedaan linguistik) di sisinya.