Home » Mengintip Produksi Film “Menuju Pelaminan”, Kini Bikin Road Movie Jauh Lebih Mudah!

Mengintip Produksi Film “Menuju Pelaminan”, Kini Bikin Road Movie Jauh Lebih Mudah!

POJOKSINEMA – Pernah ngebayangin promo film yang dikemas beda? Cek seperti yang dilakoni sutradara Yuda Kurniawan buat proyek barunya, “Menuju Pelaminan”. Dia menggelar workshop sekaligus menularkan skill buat pecinta film dan calon filmmaker.

Pagi itu, Kamis 17 Juli 2025, di komplek Produksi Film Negara (PFN), kawasan Jatinegara, Jakarta Timur ramai pelajar dan mahasiswa berkumpul. Mereka antusias mengikuti kuliah yang futuristik dan mungkin tak biasa. Memasuki era digital anak muda kudu siap-siap menyerap ilmu yang terkait sebanyak mungkin.

Workshopnya tentang Virtual Production Film dengan studi kasus film karya Yuda ini. Nah, genrenya drama romcom dengan konsep road movie. Diproduksi oleh Rekam Film dan berkolaborasi dengan PT PFN (Persero) bareng mitra internasional Little Green White (LGW), Rapidz dari Singapura.

Diproduseri oleh Dirana Sofiah dan Yuda sendiri, film ini memasang pemain gabungan artis ibukota dan Yogyakarta. Mulai dari Bhisma Mulia, Maizura, Whani Darmawan, Brilliana Arfia, Cut Mini Theo, Derry Oktami, Joanna Dyah, M. Nur Qomaruddin, Bambang Gundhul, hingga Susilo Nugroho. Sedangkan skenario ditulis oleh Husein M. Atmodjo.

“Ini kisah perjalanan cinta yang tak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua keluarga, dua tradisi, dan dua budaya,” kata Yuda.

Dua budaya, dua kota, satu perjalanan seru! “Menuju Pelaminan” mengajak penonton menyusuri kisah cinta Jawa-Minang sambil road trip dari Yogyakarta ke Padang naik Toyota Hiace lawas tahun 1980-an. Tapi, gimana proses syutingnya di era digital? Begini trik uniknya namun rasanya tetap nyata!

Direktur Pengembangan PT PFN Narliswandi Piliang menyebutkan bahwa di PFN ada fasilitas virtual kerjasama dengan V2 Indonesia. “Walau fasilitasnya belum selengkap seperti di studio Amazon, AS, di mana virtual reality-nya sudah 360 derajat, namun bagi saya khususnya sudah sesuatu mumpuni bagi negeri,” demikian cuitannya di Twitter.

Fasilitas inilah yang kemudian dipakai untuk keperluan syuting dan membuat produksi road movie ini terasa lebih mudah. Karena di masa lalu road movie itu melelahkan, lantaran menyita waktu, tenaga, pikiran, dan tentu saja biaya,