Home » Ramaikan Genre Drama di Sinema Indonesia, Aurora Ribero Syuting “Surat Ke-8”

Ramaikan Genre Drama di Sinema Indonesia, Aurora Ribero Syuting “Surat Ke-8”

Sedangkan komika Arief Didu melihat film ini menawarkan refleksi mendalam tentang sosok ayah dan relasi orang tua – anak. “Semua yang dilakukan seorang ayah pada dasarnya adalah cerminan dari keinginannya agar anaknya baik-baik saja,” kata pemeran Fajar ini.

Arief menambahkan kerap muncul masalah, ada hal-hal yang tak tersampaikan dengan baik, sehingga anak tidak sepenuhnya memahami isi pikiran orang tuanya. Ia melihat isu   generation gap yang difilm ini relevan dengan kondisi keluarga Indonesia masa kini.

Pernyataan ini disepakati oleh sutradara Franlin Darmadi yang menyampaikan pesan .surat sebagai simbol komunikasi yang intim dan personal. “Film ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana cinta tanpa syarat itu bekerja,” ucapnya.

Franklin yang pernah membesut film “Ekspedisi Madewa” ini menambahkan bahwa surat menjadi jembatan yang menghubungkan hati yang terpisah. “Mengajarkan kita bahwa merelakan bukanlah kekalahan, melainkan puncak dari sebuah keikhlasan dan pengorbanan.”

“Surat Ke-8” menjadi cerminan dinamika generation gap di era kekinian. Penonton diajak untuk kembali merenungkan pentingnya komunikasi, empati, serta penghargaan terhadap perbedaan sudut pandang dalam keluarga. Dan rumah pada akhirnya adalah tempat kita belajar untuk menerima dan melepaskan. (bat)