Menurutnya, tantangan utama dalam Ratu Malaka terletak pada proses pembangunan dunia cerita. Karena “Ratu Malaka” memang menuntut pendekatan world building yang intensif.
“Di sini, kami membangun dunia imajinasi yang utuh, dengan aturan, struktur kekuasaan, dan lapisan mistisnya sendiri. Malaka hadir lebih dari latar, namun menjadi dunia yang hidup dan menentukan pilihan setiap karakternya,” kata Angga Dwimas Sasongko.
Dunia yang diperkenalkan melalui first look ini digambarkan sebagai dunia fiksi yang dibentuk oleh sejarah luka, mitos, dan relasi kekuasaan, yang menjadi fondasi utama konflik dalam film.
Film ini dibintangi oleh Claresta Taufan, Jihane Almira, Lutesha, Dion Wiyoko, Marcella Zalianty, Faris Fadjar, Ganindra Bimo, Wafda Saifan, Wulan Guritno, serta ada juga Mike Lucock, Indra Birowo, dan Verdi Solaiman.
Angga juga menulis skenarionya bareng Irfan Ramli, penulis naskah pemenang Piala Citra FFI. Kemudian juga ada Chan Man-ching sebagai koordinator stunt. Chan Man-ching dikenal lewat karyanya di “Rush Hour” dan sejumlah film aksi Jackie Chan, dan di film iniberkolaborasi dengan Reza Hilman, aktor Indonesia sekaligus mantan atlet pencak silat yang pernah mewakili Indonesia di World Martial Arts Festival.
Ratu Malaka akan tayang di bioskop Indonesia di 2027.


