Home » Aneka Profesi Dian Sastrowardoyo di Sinema Indonesia: dari ABG Hingga Aktivis Mahasiswa

Aneka Profesi Dian Sastrowardoyo di Sinema Indonesia: dari ABG Hingga Aktivis Mahasiswa

Petarung – Gangster (2015) – Pacar Gangster

Di bawah arahan Fajar Nugros, Dian harus menjadi cewek sangar Maklum, karakternya menjadi kekasih seorang pembunuh bayaran (diperankan Yayan Ruhian). Alhasil, ia kebagian adegan duel full body contact melawan Yayan dan Kelly Tandiono. Karakter serupa juga dijalaninya di film The Night Comes for Us (2018) arahan Timo Tjahjanto. Bermain sebagai anggota kelompok pembunuh elit, ia dipaksa lincah dalam bertarung secara liar dan mematikan. Ternyata Dian bisa menjadi petarung yang gahar.

 

Tokoh Pergerakan – Kartini (2017) – R.A. Kartini

Nama Kartini dikenal sebagai hero perempuan yang berjuang demi kesetaraan hak bagi kaumnya. Sosoknya amat penting, dan diagungkan di negara ini. Sutradara Hanung Bramantyo menugaskan Dian untuk membawakan karakter ini. Sebagai gadis bangsawan, ternyata Kartini adalah cewek kenes yang baru beranjak dewasa. Tentu saja ini bukan perkara sulit buat Dian karena Kartini memang sebayanya ketika dibawakan. Selanjutnya tinggal mengantarkan gagasan emansipasi itu.

 

Ibu – Esok Tanpa Ibu (2026) – Laras & i-BU

Tema drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah sungguh jarang di sinema tanah air. Dian memerankan dua karakter: Laras sang ibu manusia, dan i-BU, robot berbasis Akal Imitasi (AI). Penonton diajak melihat perbedaan antara kasih sayang manusia dan atensi dari sistem terprogram. Dian ditantang untuk menampilkan kehangatan, sekaligus ketegasan mesin melalui medium suara. Di situlah menariknya karakter yang dia bawakan dan ternyata menjadi sumber konflik.

 

Aktivis Mahasiswa – Laut Bercerita (2026) – Kasih Kinanti

Tak lagi berseragam sekolah, Dian kini sudah menjadi mahasiswa. Karakter Kasih Kinanti adalah seorang aktivis kampus sekaligus pimpinan perkumpulan Winatra. Ia dikenal tegas dalam mengambil keputusan, seolah mematahkan stereotip karakter Cinta yang selalu bimbang. Daya kritisnya bukan kaleng-kaleng dan ia aktif menggerakkan rekan sesama mahasiswa untuk melawan rezim Orde Baru. Kelak ia juga yang menjadi partner sang protagonis Biru Laut (Reza Rahadian), dalam mengarungi  proses perjuangan.

(Bobby Batara)