Film Horor Cobweb: Antara Menakutkan Dan Kebingungan

film horor cobweb
Terlalu banyak hal dilemparkan ke dalam cerita namunhanya jadi sampah belaka

POJOKSINEMADunia Cobweb diawali dengan sentuhan ketegangan yang berasal dari Peter, bocah yangmendengar ketukan di balik dinding kamarnya saat malam hari. Sesuatu yang yang berbau kecemasan dan ketakutan dalam Cobweb mencoba menghampiri penonton.

Ketegangan ini pun tak berlangsung lama saat plot cerita memasuki babak lainnya, yakni : misteri sikap aneh kedua orang tua Peter. Lalu Peter tak lagi memiliki rasa takut dengan makhluk yang belum ia lihat di balik dinding kamarnya.

Peter malah merasa makhluk tersebut telah memberikan kenyamanan dan dukungan bagi dirinya. Babak awal cerita Cobweb cukup menarik dengan menjual dimensi keluarga kecil beserta misterinya dalam sebuah rumah yang mereka huni.

Cobweb ingin leluasa dengan tantenya lewat ramuan cerita yang dikemas agak rahasia meski samar mudah ditebak. Sayangnya, sebagai genre horor, Cobweb belum mampu berbicara banyak dalam penanganan naskah.

Film karya Samuel Bodin tidaklah cukup mendebarkan jantung dengan energinya yang sangat meresahkan. Hal ini juga dikarenakan sinematografi arahan Philip Lozano yang separuh hati.

Philip gagal mengantarkan Cobweb mencapai ambisi menakutkannya. Hampir banyak adegan yang mudah diprediksi.

Bahan bakunya tidak pernah menyatu menjadi flavour yang memuaskan.

Sosok Peter (Woody Norman), adalah bocah penyendiri. Ia terintimidasi oleh hal-hal yangtidak seharusnya dia dengar.

Serta persoalan perayaan Halloween yang dirusakoleh orang tuanya, Carol (Lizzy Caplan) dan Mark (Antony Starr). Disisi lainnya, sosok guru sekolahnya Devine (Cleopatra Coleman) memiliki kepedulian kepada dirinya.