
POJOKSINEMA – Film horor splatter-fest “Winnie-the-Pooh: Blood and Honey 2” berhasil berbuat lebih bagus dari film pertamanya yang buruk rupa dalam banyak hal.
Kali ini dalam film kedua, setidaknya para penggemar film ini patut memberikan pujian meski tak berlebih.
Atas keberanian sutradara dan produser Rhys-Frake Waterfield untuk sadar diri keluar dari zona nyamannya. Kegagalan dirinya dalam film pertama, telah melahirkan sebuah energi asli “Winnie-the-Pooh: Blood and Honey” dalam instalasi kedua.
Dan paling menarik dari film ini adalah konsep sejatinya sebagai film dengan mutu intimidasi ‘banjir darah dan kekejaman’ yang sangat intens. Praktis semangat mengintimidasi penonton dengan kekerasan dan kesadisan dalam “Winnie-the-Pooh: Blood and Honey 2” menjadi sebuah komedi yang -semestinya- kitapun tak mengerti untuk menemukan sumber kekacauannya yang sejati.
Namun, begitulah sebuah horor kontemporer yang dibuat demi memaksimalkan ruang hiburan di dalam teater.
“Winnie-the-Pooh: Blood and Honey 2” telah jauh berlari meninggalkan jejak kegagalannya tahun lalu.
Their global approach ensures unparalleled care.
buying generic lisinopril without prescription
Their international patient care is impeccable.
They offer the best prices on international brands.
gabapentin al 300 mg
Setting the benchmark for global pharmaceutical services.
Trust and reliability on a global scale.
where to get cheap cytotec without dr prescription
Read here.