Film horor menjadi lokomotif perfilman nasional, namun belakamgan ini jumlah penontonya menurun. Ia ingin para pembuat film horor harus punya trobosan bila tidak film horor sama nasibnya seperti film ‘berbau’ Islami yang ditinggalkan penontonnya.
Sementara Niniek L. Karim berpendapat, dirinya lebih suka menyebut film mistik, film ini harus tetap menggunakan akal sehat, diterima hati dan tindakan (kognitif, afektif, dan psikomotorik), inilah tuntutan para penonton yang rela membayar untuk ditakut-takuti.

Sedangkan dari penjurian Festival Film Horor menghasilkan pemenang Film terpilih “Janur Ireng”, aktor Terpilih Tora Sudiro – “Janur Ireng”, Sutradara Terpilih Kimo Stamboel – “Janur Ireng”, Aktris Terpilih Wavi Zihan – “Qorin 2”, dan Penata Kamera Terpilih Enggar Budiono “Dusun Mayit”. FFH juga memberikan penghargaan khusus untuk Epy Kusnandar atas Dedikasi dan pengabdiannya untuk perfilman Indonesia. (bat)


