Home » Tony Merle Dulu Nongkrong di Skena, Kini Mendadak Curi Perhatian di Sinema

Tony Merle Dulu Nongkrong di Skena, Kini Mendadak Curi Perhatian di Sinema

POJOKSINEMA – Nama aslinya Tony Dwi Setiaji. Anak skena pernah mengenalnya dengan nama Tony The Brandals sang gitaris. Sekarang dia memakai nama baru: Tony Merle. Anak band yang rajin main film. Proyek terbarunya: “Legenda Kelam Malin Kundang” dari Come And See Pictures yang tayang akhir tahun ini.

“Bisa ikutan di produksi nya Come And See selalu menyenangkan. Selalu dapat ilmu baru dan juga pengalaman baru di setiap produksi mereka…” ucap Tony ketika dikontak Kamis, 28 Agustus 2025. “Menurut gue isinya orang jenius.”

Circa 2000-an Tony dan band The Brandals sempat merajai panggung pensi di sekolah menengah berbagai kota. Bahkan sempat bikin beberapa album. Dia awet bergabung di sana, hingga kemudian hengkang 19 tahun kemudian, tepatnya pada akhir 2020.

“Ya, memang udah susah aja bagi waktunya plus udah nggak sejalan juga. Kalau dipaksakan malah jadi nggak asik ngeband nya,” selorohnya. Namun buat side project Tony tak menolak. “Karena kalau project baru kan nggak ngoyo bro. Hahaha.”

Hingga kemudian dia bertemu dengan sineas Joko Anwar yang mengajak terlibat dalam proyeknya. Tony diajak menggarap tata musik di filmnya, kadang sebagai music composer dan sebagai music scorer. Tak jarang dia kerja bareng kolega dari gang Aksara Records: Aghi Narottama (Ape on the Roof) dan Bemby Gusti (Sore).

Sebagai penata music, berkali-kali komposisi buatannya masuk nominasi Festival Film Indonesia. Puncaknya Tony meraih dua piala Citra di FFI 2017, Manado, Sulawesi Utara dalam film “Pengabdi Setan”. Masing-masing untuk kategori Penata Musik Terbaik dan Lagu Tema Terbaik lewat tembang “Malam Kelam” bareng penyanyi Aimee Saras.