
POJOKSINEMA – Seberapa menariknya film drama-thriller-kejahatan, Echoes of Violence, menyampaikan premisnya, baik dari segi penataan naskah dan visual dibungkus dengan sebuah isu menarik perdagangan manusia.
Film Echoes of Violence dibintangi : Michaella Russell, Heston Horwin, Chase Cargill, Taylor Flowers.
Mengawali kisah pemuda tampan bernama Alex (Heston Horwin) yang bekerja sebagai sales property harus mengalami hari yang buruk.
Saat sedang menanti calon pembeli properti sebuah kantor sewaan di yang berlokasi di daerah gurun, Alex mendengar suara tembakan dua kali di sekitar halaman tempat ia menunggu.
Alex bergegas keluar dari bangunan tempat ia menunggu calon pembeli, ia keluar untuk mencari tahu asal suara tembakan tersebut, sembari ia menghampiri mobilnya untuk mengambil pistol..
Alhasil, Alex menemukan seorang pria, Kellin (Chase Cargil) sedang menodongkan pistol ke arah perempuan muda, Marakya (Michaella Russell).
Alex berupaya menolong Marakya dengan menodongkan pistol ke arah Kellin.
Tak perlu waktu lama , Kellin pun pergi setelah diminta Alex untuk segera membuang pistolnya.
Alex menyampaikan niatnya kepada Marakya , perempuan yang ditolongnya itu, agar melapor ke polisi.

Namun Marakya menolaknya, setelah menceritakan bahwa dirinya adalah imigran gelap yang menjadi korban human trafficking sindikat jahat yang dijalankan oleh Anthony (Taylor Flowers)
Pembukaan adegan dalam film ini sebenarnya menjanjikan sebuah pilihan bahwa plot film Echoes of Violence akan menggiring saya (penulis) untuk menikmati banyak keseruan dan ketegangan, karena tema yang diangkat film mini cukup menjual.
Namun sayang, naskah yang juga ditulis oleh Nicholas Woods sebagai sutradara Echoes of Violence sangat lemah untuk memberikan energi ketegangan yang mencekam.