Plot yang dialirkan Woods mengalir biasa saja, dengan durasi sekitar 106 menit.
Sosok Alex yang awalnya diharap menjadi pria tangguh yang mampu menyelesaikan masalah Marakya , seperti diporsikan untuk sekedar menjadi pemain film saja tanpa kepentingan berarti.
Kellin , Alex pada akhirnya terjebak dalam persoalan mendukung Marakya untuk menghabisi Anthony.
Namun yang terjadi trio Alex, Marakya dan Kellin jauh dari kesan pahlawan yang ingin membasmi pelaku kejahatan human trafficking.
Sekali lagi naskah yang digarap Woods terlalu loyo untuk menggetarkan tensi thriller Echoes of Violence.
Bahkan di akhir film , gambar pun tidak memberikan kejelasan kenapa Alex menjadi tertarik untuk mendukung Marakya.
Demikian kegagalan Woods memberikan rasa simpati kepada tokoh Kellin -supir Anthony ternyata mantan marinir, setelah gagal mengeksekusi perintah bosnya untuk membunuh di tengah gurun, lalu berbalik mendukung Marakya.
Baca yang ini dong : Night Drive : ini baru film thriller dengan plot twist jempolan!
Namun bagi saya, elemen paling lemah dalam film ini adalah dialognya, berapa saya temukan sangat buruk dan kaku terlihat lucu.
Eksposisi yang di benamkan lewat dialog-dialog – yang sebenarnya bertujuan mulia untuk sedikit mencolek beberapa alasan dan latar belakang para tokohnya – terlalu panjang akhirnya menjadi tidak penting.
Nama Sten Olson cukup berperan penting dengan jasanya menjadikan sinematografi Echoes of Violence spektakuler!
Begitupun akting Michaella Russell yang saya patut acungkan jempol meski harus dengan skrip dialog yang canggung, ia tetap bersahaja dengan kualitasnya. (Q2)