Antologi The Red Book Ritual, horornya bikin tegang juga bikin ketawa

the red book ritual - antologi

Hanya saja yah itu tadi, rasa tanggung jawab antologi ini sangat ‘masa bodoh’.

Babak cerita bisa berakhir sesuka hati dan bahkan tidak menjadi klimaks karena yang saya rasa cerita tersebut belum selesai.

Antologi The Red Book Ritual terbagi menjadi 5 babak cerita berbeda tanpa kaitan sama sekali ; Stray karya Dean W. Law, Little One karya Logan Fields dan Chris Beyrooty, Nose Nose Nose Eyes! karya Jiwon Moon, Release karya  Daniel J. Phillips, dan The Sermon karya Dean Puckett.

Sedikit saya mencoba mereka ingatan  tentang sebuah film antologi bergenre horror-thriller-Sci-fi yang cukup menarik perhatian industry beberapa tahun lalu, berjudul Southbound.

baca :  Tanpa ‘surprise’ The Invitation tetap menarik horornya

Antologi Southbound cukup sukses dengan prinsip-prinsip cerita yang menakutkan, ngeri dan menyeramkan yang dihasilkan dari energy dan idealisme beberapa orang di balik film tersebut.

Nah bedanya, tiap-tiap pelaku antologi punya khazanah berbeda, mereka menentukan sendiri apa yang mereka bungkus tanpa sibuk meniru yang pernah ada lebih dulu.

Dan bagi saya, The Red Book Ritual – meski juga membuat saya tertawa menyaksikan kekonyolannya – juga sedikit membayar kerinduan saya untuk kembali menikmati genre horor berbasis antologi! ( Q2)

681 Comments on “Antologi The Red Book Ritual, horornya bikin tegang juga bikin ketawa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *