Anak Titipan Setan yang jauh dari kesan mengerikan

annisa hertami - pojoksinema.com
Annisa Hertami ( foto : kicky herlambang/pojoksinema.com )

Akan berbeda saat saya melihat olah peran aktris berbakat Annisa Hertami yang sangat berani mengeksplorasi kemampuannya. Annisa bisa disebut gemilang dengan rata-rata adu akting dengan seluruh pemain.

Annisa yang berperan sebagai Sari , menantu Eyang Susana ( Ingrid Widjanarko ) cukup lentur dengan konsumsi karakternya. Meski pada akhirnya film ini harus jadi seru saat Sari melaknat dirinya untuk menjadi sosok jahat seperti Eyang Susana.

Ada alasan kematian Eyang Susana karena ulahnya sendiri, pada akhrinya melahirkan dengki dan serakah dalam batin Sari. Dirinya melakukan pesugihan seperti yang dilakukan mendiang Eyang Susana, dengan tumbal darah daging dari Putri ( Gisella Anastasia ).

baca juga : Devotion : kisah biopic pilot tempur kulit hitam AS pertama

Putri adalah anak dari Eyang Susana, adik dari mendiang suami Sari yang tewas. Suami Sari tewas bersama anaknya karena menjadi tumbal pesugihan yang dianut mertuanya sendiri.

Kehadiran Putri pada akhirnya tak terlalu penting jika hanya ingin memperpanjang plot cerita saja. Semestinya, jika film ini dipangkas menjadi 90 menit saja, maka akan terasa elok menghadirkan Gisella sejak awal cerita.

Sekalian menguji kemampuan bakat akting Gisella sesungguhnya. Bukan ditampilkan pada babak akhir, yang terkesan memaksa film ini menjadi ‘manisan buah segar’.

Atau mungkin, sebaiknya film ini  lebih tepat berjudul Budak Iblis, seperti dalam dialognya.

Film Anak Titipan Setan adalah sebuah karya produksi bersama Jaman Studio, Max Stream, MediaHub dengan Perum Produksi Film Negara. (Q2)

4 Comments on “Anak Titipan Setan yang jauh dari kesan mengerikan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *