Gal Gadot Dan Heart of Stone Yang Sembrono

baca juga : Horor di Lantai 4: Yuki Kato Dan Do’a Nenek Pengemis

Segala upaya dihidupkan demi memacu energi thriller dan aksi menegangkan Heart of Stone. Dari mulai aksi terjun payung di malam hari di Pegunungan Alpen. Hingga kecepatan tinggi pengejaran mobil di Lisbon.

Misi perburuan kejahatan dipandu oleh Heart, sistem teknologi fantastis yang mendukung prediksi hasil bagi para agen yang berada di lapangan.

Secara keseluruhan,Heart of Stone pada akhirnya berburu dengan ketidakpastian yang sembrono. Skrip film ini terlalu banyak menjual desain indah yang faktanya belum seimbang dengan visualnya.

Padahal jika twistinya tak di buat sibuk hilir mudik, mungkin Heart of Stone bisa jadi setara dengan dua franchise tadi. Karena jika film ini butuh sekuel, maka ada kerja keras yang lebih hebat lagi untuk menjadikan franchise yang sangat diperhitungkan. (Q2)