Home » Dimana Nilai Komersil “Harta, Tahta, Boru Ni Raja”?

Dimana Nilai Komersil “Harta, Tahta, Boru Ni Raja”?

Dimana Nilai Komersil "Harta, Tahta, Boru Ni Raja"?

Dimana Nilai Komersil "Harta, Tahta, Boru Ni Raja"?

POJOKSINEMATidak ada parameter yang mutlak untuk membuat sebuah film yang laku, seperti halnya saya mempertanyakan, dimana nilai komersil “Harta, Tahta, Boru Ni Raja” ?

Pasalnya, memang tidak ada ilmunya, bahkan jika anda sampai ‘ngilmu’ ke Hollywood sekalipun.

Bagi saya (penulis) membuat film untuk di jajakan ke penonton, adalah sebuah bisnis yang punya unsur judinya, seperti istilah ‘bertaruh uang demi layar terkembang‘.

Agustinus Sitorus, tak semata merilis sebuah film budaya suku Batak (Sumatera Utara), tapi pun jika saya telaah “Harta, Tahta, Boru Ni Raja” adalah proyek ambisius yang garing untuk dicerna plotnya.

Jujur, saya sangat suka keelokan Danau Toba, yang banyak direkam media; baik televisi maupun fotografi, dari dulu hingga kini. Namun upaya “Harta, Tahta, Boru Ni Raja” untuk memberikan visual mahal keindahan Danau Toba hanya dibungkus biasa-biasa saja.

Lagi-lagi persoalan sinematografi film ini belum bekerja sebagaimana yang saya harapkan. saya tidak ingin mengulas jalan cerita film ini, karena sudah saya katakan tadi; garing, tidak greget dan jauh dari unsur komersil.

Menjual pesona Toba beserta adat budaya masyarakatnya adalah pesan yang ‘sampai’ dalam film ini. Meski menjajakan frame beberapa minuman khas Batak ‘Tuak” bagi saya bukanlah pesona yang layak lagi di jual.

Mungkin karena saya melihat hampir banyak lapo di Jakarta, pasti ada minuman ‘Tuak’nya. Tapi kalau kain ‘Ulos’ saya setuju karena kerajinan tersebut adalah peninggalan nenek moyang masyarakat Toba.

Justru yang terlewat untuk diabadikan dan dijelaskan adalah kenapa Agustinus Sitorus yang bertindak sebagai penulis dan sutradara serta produser, tidak mengindahkan makam Sisingamangaraja XII yang juga ada di Toba.

“Telkomsel Awards 2024” Dukungan Bagi Industri Kreatif Digital

Sekedar mengingatkan, bahwa Presiden Soekarno pernah menggagas untuk memindahkan makam pahlawan Sisingamaraja XII. Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena banyak alasan.

592 Comments on “Dimana Nilai Komersil “Harta, Tahta, Boru Ni Raja”?”

  1. enclomiphene for men [url=https://enclomiphenebestprice.com/#]enclomiphene[/url] enclomiphene

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *