Mungkin film ini berjalan lambat melalui narasi yang disampaikan, tapi atmosfer tak menyenangkan menambah intensitas suspense bagi misterinya sendiri.
“Bibi” setidaknya menampilkan banyak kekuatan untuk menjajakan premisnya sendiri sebagai psikologis thriller yang menarik. Kita akan selalu dibawa dengan rasa gelisah dan bingung hingga babak penutup.
Film “EVA: Pendakian Terakhir” perlu unsur suspense yang kuat
Elizabeth Paige berhasil memberikan penampilan gemilangnya yang didorong oleh otoritasnya dalam memainkan emosional. Demian juga dengan bintang muda Tammy Blanchard yang sangat manis memainkan karakter Nancy yang selalu menakutkan dengan gestur dan ekspresi wajahnya.
Terkadang Nancy harus memperlihatkan raut wajahnya yang mengerikan dengan ruang misteri yang cukup dalam. Dia berhasil memainkan perannya yang sangat menonjol selaras dengan hasrat cerita.
Menjawab keresahan alur cerita ini, sama halnya seperti saya dan Vivian bertemu di persimpangan untuk sama-sama menemukan jalan keluar yang tepat. Dan begitulah saat menikmati “Bibi” maka saya pun dipaksa untuk tersedot ke dalam alur ceritanya yang penuh misteri.
Film yang disutradarai dan ditulis oleh Christopher Beatty ini, merangkai narasi kompleks yang kontra dengan pola penuturan konvensional. Beatty menawarkan perspektif lain tentang ketegangan psikologis. Kita akan asyik menikmati cara Beatty melumerkan gaya sinematiknya, meski tetap bersandar pada absurditas.
Film “Bibi” adalah rollercoaster emosional bagi penikmatnya. Semua akan digiring jauh ke dalam wahana hiburan ‘pikiran wanita yang sedang terganggu’.
Tetap menjadi sebuah hiburan meski tidak cukup menontonnya hanya sekali! Karena kita terus berpetualang dengan teka-teki di alam pikiran Vivian; antara delusi dan kenyataan. (Q2)