
“Crocodile Tears” berkisah tentang Johan (Yusuf Mahardika) yang hidup dengan ibunya (Marissa Anita) selama bertahun-tahun di taman buaya yang using. Johan mulai penasaran dengan dunia luar dan dekat dengan gadis bernama Arumi (Zulfa Maharani). Hal ini membuat sang ibu tak setuju, Penolakan itu membuatnya berubah semakin aneh dan menegangkan.
Ide ceritanya berasal dari pengalaman personal Tumpal. “Cerita ini terinspirasi ketika saya menonton sebuah dokumenter di TV yang memperlihatkan seekor buaya betina yang melindungi anak-anaknya di dalam rahangnya dari pemangsa,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi.
Tumpal melihat ada sesuatu yang menakutkan juga lembut dalam aksi si buaya. “Melalui film ini, saya mencoba mempertanyakan makna bakti dan cinta dalam keluarga. Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan”, ucap Tumpal lagi.
Dibintangi oleh Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani, “Crocodile Tears” menyodorkan drama keluarga yang ekstrim. Di mana kasih sayang mama yang menjaga berubah menjadi obsesif. Film ini juga sebuah kombinasi antara realisme magis dan teror psikologis dalam balutan visual yang memikat.
Film ini diproduksi oleh Talamedia bekerja sama dengan Acrobates Films, Giraffe Pictures, Poetik Films, dan 2Pilots Filmproduction, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan E-Motion Entertainment. (bat)


