Home » Bertaruh Uang Demi Layar Terkembang, Jadilah “Aku Harus Mati”

Bertaruh Uang Demi Layar Terkembang, Jadilah “Aku Harus Mati”

jumpa pers Aku Harus Mat

POJOKSINEMAFilm horor bertema folklore yang sedang trend saat ini , bisa disebut bukan ‘barang’ baru tanpa kecuali Aku Harus Mati.

Genre horor misteri bertema folklore memang masih jadi nilai jual yang bagus di bioskop – saya tidak perlu menyebutkan satu persatu judulnya. Pastinya film horror misteri bertema folklore, asal digarap dengan serius pasti hasilnya punya nilai komersil yang tinggi sebagai hiburan.

Film Aku Harus Mati – dari visual poster sih biasa saja – garapan Hestu Saputra yang diproduksi studio pendatang baru Rollink Action cukup menjanjikan. Di tangan Hestu saputra film Aku Harus Mati terbungkus elok.

Meski dengan durasi tak kurang dari 98 menit, untuk film dengan sub genre horor misteri dan psikologis, Aku Harus Mati masih terasa agak dragging. Tapi, saya (penulis) masih berkompromi dengan banyak elemen lainnya yang membuat film ini tetap menarik dan komersil.

Rantai ceritanya tidak lambang dan cukup terkendali tanpa hole plot. Namun demikian bukan berarti film ini tanpa keterbatasan. Para bintang yang menjadi pemeran pendukungnya masih perlu memperlihatkan totalitasnya sebagai aktor. Masih kasat mata terlihat lemah dalam memoles kemampuan aktingnya.

Puas Keliling Festival Dunia, “Crocodile Tears” Siap Tayang di Bioskop Mei Tahun Ini

hana sarswati - kicky herlambang
Hana Saraswati ( foto: kicky herlambang/pojoksinema.com )

Terkecuali pemeran utama Hana Saraswati yang ternyata sukses memerankan karakter Mala yang berjibaku dengan nyawa melawan kebatilan  dan masa lalu keluarganya yang gelap penuh darah!

Hana Saraswati sebagai Mala cukup bertenaga untuk mengokohkan diri sebagai ‘daging’ film ini. Bagi saya penampilan hana patut dipuji, betapa totalitasnya untuk mau menghabiskan tenaga untuk sebuah karya film yang bagus.

Sementara di lini lainnya, divisi Director of Photography juga sukses memainkan lakonnya sebagai kelompok yang punya pengaruh besar untuk hasil visual yang baik. Ini dibuktikan sejak awal durasi film ini dimulai, bidikan dan rasa lensa kameranya  bukan hanya sekedar ada dan lewat.