Home » Bertaruh Uang Demi Layar Terkembang, Jadilah “Aku Harus Mati”

Bertaruh Uang Demi Layar Terkembang, Jadilah “Aku Harus Mati”

jumpa pers Aku Harus Mat

Tapi dikelola dengan gaya visual film modern. Mungkin saya bisa sedikit meilhat kesamaan gaya bertutur kameranya sama dengan film-film  Netflix.

Makanya, jika kelak usai tayang di seluruh bioskop nasional dan kawasan Asia Tenggara, bukan tidak mungkin film ini dibandrol gede jika produser mau mendistribusikannya di  platform OTT setara Netflix atau mungkin Disney+ Hotstar dan Prime Video.

Demikian setelah melalui proses ‘ngobras’ di dapur editing dan post-pro semua terangkai dengan detail.

Memang butuh kesuksesan kerja tim untuk menghasilkan sebuah karya film yang bagus. Editing (juga pasca produksi) adalah elemen terakhir yang bertanggung jawab terhadap nasib film setelah melewati masa pengambilan gambar.

Struktur editing dalam Aku Harus Mati juga menjadi ‘ayakan’ yang rapi sebelum dipoles lewat post production dengan memoles sound, grading colour, efek visual serta mixing.

Yang terakhir tentu eksekusi naskah yang baik dan treatment plot twist yang rapi, meski tidaklah mind blowing!

Rollink Action sebagai studio film pendatang baru yang mendebut diri dengan Aku Harus Mati telah memperlihatkan sebuah kerja tim yang jempolan. Eksekutif produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto memang tidak ingin setengah hati memperlakukan uang yang dipertaruhkan demi layar terkembang.

Alhasil, jadilah barang bagus setara Aku Harus Mati di bioskop mulai 2 April! (Q2)