Home » Teror dari Belitung: “The Bell” Ungkap Kisah Legenda Urban Hantu Sadis

Teror dari Belitung: “The Bell” Ungkap Kisah Legenda Urban Hantu Sadis

Skenarionya ditulis oleh Priesnanda Dwisatria yang mengisahkan ulah sekelompok YouTuber mencuri lonceng keramat di Belitung demi konten. Tanpa disadari mereka malah membebaskan Penebok, entitas seram yang telah terkurung selama berabad-abad.

Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu dengan kepala terpenggal. Teror pun merebak . Setiap denting lonceng menjadi pertanda maut: Penebok datang menagih kepala siapa pun yang mendengarnya.

“The Bell” dibintangi oleh Ratu Sofya, Bhisma Mulia, Shaloom Razade, Givina Dewi, Mathias Muchus, Septian Dwi Cahyo, Nabil Lunggana, hingga Maulidan Zuhri.

Para pemain ini dituntut untuk menguasai dialek Belitung yang kental hingga memahami filosofi tanggung jawab dalam tradisi setempat. Hal itu diaminkan oleh Givina.

Karakter Saida yang ia mainkan bikin ia terkesan karena menunjukkan sisi ketangguhan perempuan pesisir. Lantas Givina pun memperdalam dialek Belitung, dibantu sahabatnya Zulfanny, warga asli Belitung dan juga pemeran Ikal di film “Laskar Pelangi”.

“Saya tidak mau mempresentasikan penduduk asli Belitung dengan setengah-setengah, makanya saya ngulik bahasa mereka 24 jam demi mendeliver hati dari film ini,” ucapnya.

Aktris Shaloom Razade pun mengakui ucapan Givina. “Challenge terbesar tentu di bahasa.” (bat)