
POJOKSINEMA – Studio Starvision kembali dengan film terbarunya bergenre horor-action. Sebuah reboot berjudul Bangku Kosong: Ujian Terakhir, dari film lama yang pernah dirilis tahun 2006.
Jika anda [pernah menonton film Hantu Bangku Kosong (2006), maka kali ini reboot Bangku Koson : Ujian Terakhir akan berbeda dengan pendahulunya. Meski disebut reboot dengan energi baru, dalam cerita dan sinematografi serta teknologi, film ini tak banyak memberi kesan.
Sebagai film reboot, banyak dari kita berharap bahwa selain cerita, karakter dan pemain yang juga baru, kita juga ingin ada elemen penggarapan film yang lebih maju. Reboot Bangku Kosong masih memiliki kesamaan flavour secara penggarapan dengan film-film horor nasional lainnya.
Akan terasa lain mungkin, jika Rizal Mantovani atau Jose Poernomo yang membungkus film ini. Atau bila saja Kinoi Azhar Kubis yang menggarap film ini. Pasti rasa horoirnya akan sangat kental, medium suspense-nya akan sangat menyegat.
Secara visual formula ceritanya tak banyak bergerak. Film ini mengayun dengan treatment slasher yang mendekati gore,
Itu Artinya reboot ini telah membuat sesuatu berbeda, meski juga bukan istimewa.
Bangku Kosong yang dijadikan momentum horor untuk menakuti penonton, alih-alih menjadi film dengan imbuhan horor dengan pesona aksinya. Tapi itu sah-sah saja, silahkan saja produser dan filmmaker menginginkannya.
Setidaknya penonton punya nilai sendiri seperti apa sebenarnya film dengan kasta reboot. Apalagi film pendahulunya juga terbilang sukses komersial.
Mengentalkan Elemen Misteri Dan Suspense
Film Bangku Kosong : Ujian Terakhir memang tidak berbicara banyak sebagai reboot yang memberikan kesan mendalam. Jika saya (penulis) katakan, ditangan penulis Alim Sudio maka film ini tak lebih sebuah film horor dengan genre aksi saja.
Andai saja, versi reboot ini lebih mengentalkan elemen misteri dan suspensenya, bisa jadi inilah sebuah metamorfosa karya seni nan elok. Pasar penonton tetap menanti apapun jenis film Indonesia yang dirilis di bioskop.